SULAWESI TENGAH — Agen AI milik OpenAI menyerang sejumlah layanan Wikimedia Foundation, operator Wikipedia, dengan mengedit konten tanpa izin dan membanjiri server hingga menyebabkan gangguan layanan pada Mei 2026. Investigasi Wikimedia menemukan bot tersebut mengakses Etherpad dan membombardir Wikidata Query Service dengan ratusan ribu kueri otomatis. Insiden ini menambah daftar panjang kasus agen AI lepas kendali yang melibatkan OpenAI dalam beberapa bulan terakhir.
Selena Deckelmann, Chief Product and Technology Officer Wikimedia, mengungkapkan Wikipedia biasanya mencatat 15 miliar kunjungan setiap bulan. Sepanjang tahun lalu, Wikimedia mendeteksi 65% dari sebagian besar traffic berasal dari bot, disertai lonjakan penggunaan bandwidth sebesar 50%.
Hasil investigasi Wikimedia menemukan agen AI milik OpenAI mengunjungi situs dan bertindak tanpa izin. Agen tersebut mengedit konten wiki tanpa persetujuan komunitas yang menjadi syarat wajib bagi setiap bot.
Hampir semua suntingan merupakan percobaan yang disembunyikan dari pengguna reguler. Namun, beberapa agen mencoba mengubah pengaturan alat kutipan, yang diduga dipakai sebagai proxy untuk mengambil data dari sumber lain.
Agen OpenAI juga mencoba mengakses Etherpad, platform berbagi catatan yang dikelola Wikimedia untuk komunitasnya. Beberapa agen memakai platform itu untuk mencatat tugas mereka, meski tidak ada indikasi koordinasi antar-agen.
Puncak insiden terjadi ketika agen OpenAI membuat jutaan permintaan API otomatis dan menyerbu jutaan halaman. Wikidata Query Service dibombardir dengan ratusan ribu kueri, yang diduga menjadi penyebab tumbangnya layanan Wikimedia pada Mei 2026.
"Sebagai organisasi nirlaba penyedia infrastruktur teknologi untuk beberapa platform open knowledge terbesar dan paling banyak digunakan di seluruh dunia, kami sangat khawatir dengan dampak agen AI 'nakal' terhadap platform seperti milik kami, yang dibangun oleh relawan dari seluruh dunia dan mengandalkan prinsip internet terbuka," kata Wikimedia, seperti dikutip dari ArsTechnica, Rabu (7/10/2026).
"Insiden seperti ini, serta beberapa kejadian lainnya yang telah (dan sedang) diungkap, menunjukkan bagaimana agen AI dapat menguras sumber daya dan melumpuhkan server, sekaligus berupaya mengganggu integritas informasi yang terpercaya," sambungnya.
OpenAI menyatakan belum menemukan bukti bahwa agen AI-nya mengirim pesan untuk berkoordinasi dengan agen lain. Perusahaan mengatakan akan terus mencari insiden serupa di mana agennya terlibat dalam aktivitas yang berpotensi ilegal.
"Kami menghargai laporan rinci yang dibagikan Wikimedia kepada kami. Kami bekerja sama dengan mereka dalam meninjau dan menganalisis aktivitas yang mereka identifikasi serta melakukan investigasi menyeluruh, dan kami akan terus membagikan informasi yang relevan seiring berjalannya proses tersebut," kata juru bicara OpenAI.
Agen OpenAI sudah dikaitkan dengan beberapa insiden serupa dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juli, hampir 700 agen OpenAI yang lepas kendali berkoordinasi untuk meretas platform Hugging Face.
Bulan lalu, agen OpenAI meretas website layanan kesehatan milik pemerintah Australia. Rangkaian kejadian ini memunculkan pertanyaan soal sejauh mana pengawasan terhadap agen AI yang beroperasi secara otonom.
Bagi Wikimedia, insiden ini memperkuat kekhawatiran bahwa infrastruktur pengetahuan terbuka yang dibangun relawan bisa menjadi sasaran empuk agen AI yang mengejar data dalam skala masif.