DONGGALA — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menilai konektivitas dari kawasan Siniu menuju Pantoloan punya prospek strategis. Penilaian itu muncul karena jalur tersebut dapat membuka pilihan akses bagi masyarakat ketika rute utama lewat Kebun Kopi terganggu.
Selama ini Jalur Kebun Kopi menjadi salah satu akses penting yang menghubungkan Palu dengan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah. Ketika jalur itu macet atau kondisinya rusak, warga dan pelaku usaha tidak punya banyak pilihan rute.
Anwar menyebut kawasan Siniu juga diproyeksikan menjadi salah satu wilayah pengembangan industri. Arah pengembangannya mencakup industri pengolahan baterai dan industri pendukung lainnya.
Artinya, jalur alternatif ini tidak hanya soal kelancaran lalu lintas harian. Ada kepentingan lebih besar: menyiapkan akses logistik menuju kawasan industri yang direncanakan tumbuh di sana.
Menurut Anwar, masyarakat bisa memanfaatkan sejumlah rute lain ketika Jalur Kebun Kopi mengalami gangguan. Rute lewat Siniu maupun Sausu disebutnya sebagai opsi yang bisa diandalkan.
"Kalau Kebun Kopi macet, bisa lewat Siniu, bisa lewat Sausu. Kira-kira begitu. Jadi, kita ingin membangun konektivitas yang memberikan pilihan akses bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Anwar.
Pernyataan itu disampaikan saat ia meninjau pembangunan Jembatan Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Minggu (4/10/2026).
Pemprov Sulteng menempatkan konektivitas sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi. Pembukaan jalur alternatif dinilai dapat memperlancar pergerakan orang dan barang antarwilayah.
Bagi warga yang selama ini bergantung pada satu jalur utama, tersedianya rute cadangan berarti waktu tempuh lebih terjaga. Distribusi hasil bumi dan kebutuhan pokok pun tidak serta-merta terhenti saat jalur utama bermasalah.
Rencana konektivitas Siniu-Pantoloan masih dalam tahap dorongan awal. Belum ada keterangan soal jadwal pembangunan maupun alokasi anggaran untuk mewujudkan jalur tersebut.