PALU — Upacara HUT ke-48 Kota Palu berlangsung khidmat di halaman Kantor Wali Kota Palu. Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas bertindak sebagai inspektur upacara. Sejumlah tokoh hadir, mulai dari Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin, hingga mantan Gubernur Sulteng Longki Djanggola.
Satu kursi di barisan pejabat tampak tidak terisi. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid tidak hadir dalam perayaan yang mengusung semangat "Moving in Action" tersebut.
Halaman Kantor Wali Kota Palu dipenuhi pejabat penting. Selain Supratman Andi Agtas, hadir Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding dan Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar.
Anggota DPR RI sekaligus mantan Gubernur Sulteng Longki Djanggola turut hadir. Ada pula mantan Gubernur Sulteng yang pernah menjabat Wali Kota Palu, Rusdi Mastura.
Dalam amanatnya, Menteri Supratman menekankan pentingnya pembangunan daerah yang tetap berpijak pada prinsip supremasi hukum dan kepatuhan terhadap legalitas.
Gubernur Anwar Hafid buru-buru memberikan penjelasan soal ketidakhadirannya. Ia menegaskan absennya bukan karena persoalan dengan Pemerintah Kota Palu.
"Saya mohon maaf karena lagi ada acara partai di Jakarta, bersamaan waktunya," ujar Anwar Hafid saat dikonfirmasi, Minggu 27 September 2026.
Anwar menyebut benturan agenda seperti itu bukan kali pertama terjadi. Ia mencontohkan sejumlah agenda HUT kabupaten/kota yang juga pernah bersamaan dengan jadwalnya.
"Waktu ulang tahun Donggala kemarin juga saya tidak hadir karena bersamaan ada acara. Buol juga pernah tahun pertama tidak bisa hadir, jadi diwakili. Demikian juga Bangkep, tidak hadir waktu itu karena bersamaan jadwal yang sudah lebih dahulu," jelasnya.
Untuk memastikan Pemprov Sulteng tetap hadir, Anwar menugaskan Asisten III Setdaprov Sulteng mewakili pemerintah provinsi. Secara administratif, kursi Pemprov Sulteng tidak benar-benar kosong.
Ketidakhadiran Anwar memunculkan tafsir politik di ruang publik. Nama Wali Kota Palu Hadianto Rasyid belakangan kerap disebut dalam bursa Pilgub Sulteng 2029.
Posisi tuan rumah yang dipegang Hadianto bersinggungan dengan kursi gubernur yang kosong dalam upacara tersebut. Kalender politik 2029 memang masih jauh, tetapi obrolannya sudah mulai berjalan.
Anwar sendiri menegaskan persoalannya lebih sederhana: jadwal yang bertabrakan. Bukan perang dingin, bukan pula perang kursi.
Perayaan HUT Kota Palu ke-48 tetap berjalan khidmat dan meriah. Hubungan Pemprov Sulteng dan Pemkot Palu secara kelembagaan dinilai tetap harus dibaca dari kerja dan komunikasi pemerintahan, bukan semata-mata dari sebuah kursi yang kosong.