Pemerintah Kota Palu menyediakan 50 jenis komoditas pertanian dan bahan pangan segar dalam kegiatan pasar tani untuk memperpendek rantai distribusi hasil pertanian. Cabai rawit yang disediakan petani sekitar 100 kilogram habis dibeli masyarakat dalam waktu singkat saat peninjauan pasar tani di Palu, Sabtu. Kegiatan ini bagian dari rangkaian HUT ke-48 Kota Palu yang puncaknya digelar 27 September 2026.
PALU — Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin meninjau langsung kegiatan pasar tani yang menjual hasil produksi petani lokal. Sebagian besar komoditas yang dijual merupakan produk hortikultura, mulai dari cabai rawit, cabai merah, bawang merah, tomat, hingga aneka sayur mayur.
Imelda menyebut pasar tani sebagai upaya mendekatkan pasar dengan konsumen. Lewat pola itu, masyarakat bisa memperoleh bahan pangan dengan harga lebih kompetitif sekaligus memberi petani akses pasar secara langsung.
Antusiasme warga terlihat dari cepatnya cabai rawit terjual. Imelda mencatat sekitar 100 kilogram cabai yang disediakan petani habis dibeli masyarakat dalam waktu singkat.
"Tadi cabai disediakan petani kurang lebih 100 kilogram, hanya dalam waktu singkat habis dibeli masyarakat. Itu artinya pasar tani memberikan dampak positif terhadap data beli masyarakat terhadap bahan pangan," ujarnya.
Dia menilai respons tersebut menandakan pasar tani diterima warga. Komoditas hortikultura menjadi andalan karena harganya yang bersaing dibanding pasar reguler.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu Lukman menjelaskan pasar tani kali ini memberi ruang khusus bagi program Kelurahan Menanam. Berbagai hasil budi daya masyarakat seperti sawi, bawang, cabai, dan tomat turut dijajakan.
Hasil program Palu mandiri, adaptif, dan stabilitas pangan (Mapan) juga berkontribusi di pasar tani. Menurut Lukman, bahan pangan yang dijual kebanyakan berasal dari petani atau kelompok tani yang mengikuti program tersebut.
"Hasil program inisiatif Palu mandiri, adaptif, dan stabilitas pangan (Mapan) berkontribusi di pasar tani. Berbagai bahan pangan yang dijual kebanyakan dari petani atau kelompok tani yang ikut program Palu Mapan," ucapnya.
Lukman menyatakan konsep pasar tani dirancang untuk mempertemukan produsen secara langsung dengan konsumen. Pola itu membuat distribusi produk pertanian berlangsung lebih singkat dan menguntungkan kedua pihak.
"Menghadirkan petani atau produsen dengan konsumen sebagai jembatan pasar. Di satu sisi konsumen memperoleh dengan harga relatif murah, di sisi lain petani mendapat keuntungan dari penjualan produk," tutur Lukman.
Dengan skema tersebut, rantai distribusi yang biasanya melibatkan beberapa perantara bisa dipangkas. Petani mendapat harga jual lebih baik, sementara warga membayar lebih murah untuk bahan pangan segar.
Kegiatan pasar murah ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu. Puncak peringatan dijadwalkan pada 27 September 2026.
Pemkot Palu menyediakan 50 jenis komoditas pertanian dan bahan pangan segar dalam kegiatan tersebut. Warga yang datang berbelanja mengaku terbantu dengan harga yang lebih terjangkau dibanding pasar biasa.
Pasar tani menjadi salah satu program andalan Pemkot Palu untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memperkuat ekonomi petani lokal. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan berlanjut di sejumlah kelurahan.