PALU — Ketua FKUB Sulawesi Tengah Prof Zainal Abidin menegaskan Babinsa sebagai aparat teritorial perlu dibekali pemahaman tentang moderasi beragama. Menurutnya, tugas Babinsa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadikan mereka simpul penting dalam menjaga kerukunan di akar rumput.
Usulan tersebut telah dibicarakan FKUB dengan pejabat Kodam XXIII/Palakawira. Lembaga itu menyatakan siap membuka ruang kerja sama untuk penguatan moderasi beragama bagi personel teritorial.
Zainal menjelaskan Babinsa berhadapan langsung dengan warga di desa-desa. Karena itu, pemahaman moderasi beragama yang diberikan kepada mereka diharapkan dapat diteruskan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
"Sebagai aparat teritorial mereka perlu dibekali pemahaman tentang moderasi beragama, karena Babinsa bertugas di lingkungan masyarakat," kata Zainal di Palu, Sabtu.
Ia menambahkan Kodam XXIII/Palakawira perlu mempertimbangkan usulan itu. Menurutnya, penguatan pemahaman tersebut dapat membantu mengokohkan kerukunan yang selama ini sudah terjalin di tengah masyarakat.
FKUB menyampaikan usulan itu dalam pertemuan dengan pejabat Kodam XXIII/Palakawira pada Kamis (24/9). Dari pertemuan tersebut, FKUB menyatakan kesiapannya membuka ruang kerja sama.
"Kami telah bertemu pejabat Kodam XXI/Palakawira pada Kamis (24/9) dan kami siap membuka ruang kerja sama untuk penguatan moderasi beragama," ujarnya.
Zainal yang juga menjabat Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menilai ketahanan nasional harus dibangun dari dasar. Rakyat sebagai kekuatan bangsa perlu diberi pemahaman tentang kerukunan, toleransi, dan keberagaman.
Dalam konteks berbangsa dan bernegara, Zainal menyebut semua pihak pada dasarnya bersaudara. Sikap saling menyayangi, menghargai, dan mengasihi perlu diperkuat di tengah perbedaan yang ada.
Militer sebagai komponen strategis pertahanan, lanjutnya, menjadi benteng pertama menjaga kedaulatan bangsa. Peran itu termasuk memberikan penguatan kepada masyarakat tentang perdamaian.
"Kemanunggalan TNI dan rakyat harus semakin kokoh dan kuat untuk merawat serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata dia.
FKUB terus memasifkan kampanye moderasi beragama untuk menjaga kerukunan umat di Sulawesi Tengah. Langkah itu diambil di tengah maraknya isu intoleransi dan ujaran kebencian di media sosial yang berpotensi memicu konflik horisontal.
Menurut Zainal, kerukunan umat beragama merupakan bagian dari benteng menjaga keutuhan NKRI. Perbedaan keyakinan tidak perlu diperdebatkan dan dijadikan alasan merusak persaudaraan.
Ia menegaskan perbedaan merupakan anugerah yang datang dari Tuhan. Karena itu, FKUB mendorong penguatan moderasi beragama sebagai upaya merawat persaudaraan di tengah masyarakat Sulawesi Tengah.