MOROWALI — Legal Officer PT Rezky Utama Jaya (RUJ), Ana Karmelia, menegaskan perusahaan tidak pernah mengabaikan persoalan debu sebagaimana kesan yang muncul dari pemberitaan sebelumnya. Menurut Ana, pengendalian debu justru menjadi salah satu fokus utama perusahaan selama beroperasi di Desa Nambo, Kecamatan Bungku Timur.
Perusahaan menyebut sejumlah langkah teknis sudah dijalankan secara rutin. Penyiraman area dilakukan berkala, blower atau sistem penyemprotan air dipasang di titik-titik rawan debu, dan bagian crusher serta mesin screening ditutup agar debu tidak menyebar luas.
Selain pengendalian teknis, PT RUJ menjalankan program penghijauan bersama tim dan humas Desa Nambo serta Desa Unsongi. Penanaman dilakukan di sejumlah area yang memungkinkan untuk ditanami.
"Pengendalian debu merupakan salah satu hal yang terus menjadi perhatian perusahaan. Kami turun langsung dan melakukan berbagai upaya pengendalian secara rutin. Jadi, tidak benar apabila perusahaan dianggap tidak melakukan apa-apa terhadap persoalan debu," ujar Ana.
Ana mengakui aktivitas pengolahan batu kapur secara teknis berpotensi menghasilkan debu. Kondisi di lapangan tidak selalu sama setiap hari dan sangat dipengaruhi faktor cuaca, terutama saat panas kering disertai hembusan angin kencang.
"Dalam kondisi cuaca yang sangat panas, kering dan angin cukup kencang, masih dimungkinkan ada sisa debu yang terbawa angin meskipun upaya pengendalian telah dilakukan. Ini menjadi tantangan bagi kami, apalagi kondisi air di lapangan juga terbatas," jelasnya.
Keterbatasan air menjadi persoalan serius yang menurut Ana terus dicarikan solusinya. Perusahaan beberapa kali berkomunikasi langsung dan meminta saran kepada Kepala Desa Unsongi serta masyarakat Desa Nambo dan Desa Unsongi soal kemungkinan sumber air yang bisa menambah debit air untuk pengendalian debu.
"Ini fakta yang terjadi di lapangan. Kami beberapa kali meminta saran kepada Kepala Desa Unsongi maupun humas masing-masing desa, masyarakat Nambo dan Unsongi mengenai sumber air yang memungkinkan untuk menambah debit air perusahaan. Kami tidak hanya duduk dan menunggu. Kami ikut mencari solusi karena kami menyadari bahwa ketersediaan air sangat penting dalam upaya pengendalian debu," kata Ana.
Komunikasi intensif dengan pemerintah desa dan warga disebut sebagai bagian dari upaya mencari solusi yang lebih efektif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Ana membantah langkah itu sebagai bentuk pelepasan tanggung jawab.
"Kalau perusahaan tidak peduli, tentu kami tidak akan sampai turun dan bertanya kepada masyarakat mengenai sumber air yang memungkinkan. Kami justru berusaha mencari bagaimana kebutuhan air untuk penyiraman dapat ditingkatkan," tambahnya.
Meski menghadapi keterbatasan sumber air, Ana memastikan perusahaan tetap melakukan penyiraman rutin dan langkah pengendalian lain tanpa henti. Penutupan bagian crusher dan mesin screening serta penghijauan disebut terus diupayakan.
"Penyiraman rutin dilakukan, blower air dipasang, bagian crusher dan mesin screening kami lakukan penutupan, serta penghijauan juga terus kami upayakan. Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan kepada masyarakat dan instansi lingkungan hidup," katanya.
PT RUJ menyatakan tidak pernah meminta masyarakat maupun media menutup mata terhadap kemungkinan dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan. Perusahaan berharap informasi disampaikan secara utuh, berimbang, dan tidak sepotong-sepotong.
"Kalau memang ada kekurangan, kami siap mengevaluasi dan memperbaiki. Tetapi jangan sampai informasi yang tidak lengkap kemudian menggiring persepsi bahwa perusahaan tidak melakukan pengendalian sama sekali. Itu tidak sesuai dengan apa yang kami lakukan di lapangan," tegasnya.
Perusahaan juga berharap pemberitaan mengenai aktivitasnya tidak memperkeruh hubungan baik yang selama ini dibangun bersama masyarakat sekitar. Ana menegaskan PT RUJ menghormati hak masyarakat menyampaikan keluhan maupun kritik, namun perusahaan juga memiliki hak yang sama untuk memberikan penjelasan apabila terdapat informasi yang dinilai tidak sesuai kondisi sebenarnya.
"Kami menghormati kritik dan aspirasi masyarakat. Kami juga tidak anti terhadap pengawasan. Tetapi kami berharap jangan sampai informasi yang belum diverifikasi secara menyeluruh justru menggiring opini yang keliru," ujarnya.