SULAWESI TENGAH — Manajemen Persija Jakarta menyerahkan penyelesaian dugaan tindakan diskriminasi terhadap pelatih Shin Tae-yong kepada Komisi Disiplin PSSI. Klub menegaskan proses hukum akan berjalan berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia, bukan berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.
Dugaan diskriminasi itu muncul dalam laga lanjutan Super League 2026/2027 antara Persija Jakarta dan Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9). Persija menang tipis 1-0, tetapi sorotan justru bergeser ke ketegangan di sekitar bangku cadangan kedua tim.
Sebuah video yang tersebar di media sosial memperlihatkan Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Oktavian, diduga melontarkan ucapan diskriminatif kepada Shin Tae-yong. Dalam rekaman tersebut terdengar kalimat, "Kamu di sini hanya pendatang. Ini daerah saya," yang diarahkan kepada pelatih asal Korea Selatan itu.
Alih-alih menyelesaikan persoalan sendiri, manajemen Persija memilih membawa kasus ini ke Komisi Disiplin PSSI. Klub menyatakan langkah itu diambil agar penanganan berjalan sesuai mekanisme dan regulasi kompetisi.
"Persija percaya bahwa setiap kejadian dapat diproses secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia di lapangan," demikian pernyataan resmi Persija Jakarta di Jakarta, Selasa.
Dengan menyerahkan persoalan ke Komdis PSSI, Persija berharap insiden di laga melawan Java United dapat ditelaah secara objektif. Klub juga menegaskan penyelesaian kasus akan mengikuti ketentuan yang berlaku di sepak bola Indonesia.
Potongan video yang beredar belum mengungkap keseluruhan konteks percakapan antara kedua pihak. Persija menyadari keterbatasan bukti visual itu, sehingga memilih menyerahkan penilaian kepada lembaga yang berwenang.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Java United maupun Komdis PSSI terkait langkah yang akan diambil menyusul laporan Persija. Publik sepak bola Indonesia menantikan bagaimana proses ini bergulir, mengingat isu diskriminasi di lingkungan pertandingan menjadi perhatian serius dalam beberapa waktu terakhir.
Kasus ini menambah daftar persoalan disiplin yang harus ditangani Komdis PSSI di tengah bergulirnya Super League 2026/2027. Keputusan lembaga tersebut nantinya akan menjadi acuan penanganan insiden serupa di kompetisi domestik.