Kolam Merah Darah di Gunung Sindur Bogor Mulai Terjawab, Diduga Zat Pewarna

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Selasa, 22 September 2026 | 19:19:01 WIB
Warga mengamati kolam yang berubah warna merah di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

SULAWESI TENGAH — Kolam di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang berubah warna merah darah diduga kuat akibat zat pewarna kain, bukan fenomena alam. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor sudah mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium guna memastikan kandungan dan keamanannya. Perubahan warna yang hanya bertahan kurang dari satu jam itu sempat membuat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Teuku Bayu, menyatakan pihaknya telah mendatangi lokasi kolam yang viral tersebut. Saat petugas tiba, warna air sudah kembali normal sehingga sampel diambil untuk pengujian lebih lanjut.

"Ya, jadi kita sudah ke sana. Pas kita ke sana memang sudah selesai perubahan warna merahnya. Kita juga sudah ambil sampel airnya," kata Bayu kepada detikcom.

Dugaan Sementara: Pewarna Kain, Bukan Fenomena Alam

Bayu menyebut perubahan warna air berlangsung singkat, tidak sampai satu jam. Karena itu, ia menduga fenomena tersebut bukan peristiwa alamiah melainkan akibat bahan tertentu yang larut ke dalam air.

"Jadi ini dugaan sementara, ini sambil menunggu hasil lab ya, dugaan sementara itu adalah semacam pewarna kain atau bahan-bahan yang lain, yang memerah kan sesaat gitu, air berubah warna sesaat," ujarnya.

"Jadi, dalam hitungan enggak sampai sejam udah selesai lagi (perubahan warnanya), itu sebenarnya. Jadi, fenomena alam buatan lah gitu, kira-kira gitu ya," sambung Bayu.

Warga Sempat Berkerumun, Ada yang Membasuh Muka hingga Mengisi Galon

Kemunculan air berwarna merah itu berubah menjadi wisata dadakan. Warga berkerumun di bibir kolam, sebagian berdiri di tepi bahkan di atas kolam.

Sejumlah pengunjung menunduk membasuh muka. Ada pula yang mencelupkan galon air mineral kosong ke dalam kolam dan membawanya pulang dalam keadaan penuh.

Menunggu Hasil Lab untuk Pastikan Keamanan Air

Bayu menegaskan hasil uji laboratorium diperlukan untuk memastikan apakah air kolam tersebut aman dikonsumsi. Meski ada kandungan zat pewarna, ia menyebut masih ada ambang batas yang mengatur kelayakan air.

"Secara umum sih tidak baik ya. Tapi kan gini, ada ambang batas. Kalau di bawah ambang batas yang dalam aturannya itu, enggak ada masalah (jika diminum)," kata Bayu.

Imbauan: Jangan Kaitkan dengan Hal Mistis

Bayu meminta masyarakat menghubungi pihak berwenang jika menemukan fenomena serupa. Warga juga diimbau tidak langsung mengaitkan kejadian tak biasa dengan hal-hal mistis.

"Untuk imbauannya terhadap fenomena-fenomena yang terjadi seperti itu tidak langsung dikaitkan dengan mukjizat atau kegaiban atau apa gitu ya. Jadi sebaiknya masyarakat bijak untuk segera menghubungi pihak-pihak terkait untuk bisa memastikan air ini air apa gitu," kata Bayu.

"Jadi tidak langsung dijadikan sebagai air yang dikonsumsi dan atau air yang dikultuskan gitu sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak baik ke depannya gitu," imbuhnya.

Bagi warga yang berencana mendatangi lokasi, sebaiknya menunggu hasil resmi uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor sebelum memanfaatkan air kolam untuk keperluan apa pun.

Artikel ini telah naik di detikNews.
Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top