SULAWESI TENGAH — Sebanyak 133 lele raksasa Mekong tercatat diselamatkan dari jaring nelayan dan dilepaskan kembali ke perairan alami Kamboja sejak 1999. Kasus terbaru di Provinsi Siem Reap melibatkan ikan sepanjang 2,3 meter berbobot 130 kilogram yang dikembalikan ke Danau Tonle Sap. Program penyelamatan ini menjadi penopang utama spesies yang berstatus Sangat Terancam Punah menurut IUCN.
Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Kamboja mencatat operasi penyelamatan berjalan lewat kolaborasi nelayan setempat, petugas lapangan, dan proyek konservasi Wonders of the Mekong. Data hingga kuartal ketiga 2026 dihimpun dari laporan resmi serta penelitian terhadap ikan yang tertangkap tidak sengaja oleh alat tangkap komersial maupun tradisional.
Sepanjang 2023 dan 2024, tim melepaskan 26 lele raksasa Mekong kembali ke habitatnya. Angka itu disusul lima ekor lagi pada 2025, menandakan laju penyelamatan yang relatif stabil meski tekanan terhadap populasi belum surut.
Dari total 133 ikan yang diselamatkan sejak 1999, lebih dari 83% dilaporkan bertahan hidup dan kembali ke perairan alami. Keberhasilan itu tidak lepas dari prosedur pelepasan yang melibatkan pemeriksaan kondisi ikan sebelum dilepasliarkan.
Sejumlah spesimen terpilih dipasangi alat pelacak akustik sebelum dilepaskan. Salah satunya ikan yang tertangkap jaring nelayan di Provinsi Kampong Cham, yang diberi tag identifikasi lalu dikembalikan ke Sungai Mekong. Data pelacakan dipakai peneliti untuk memetakan rute migrasi spesies ini di sepanjang sistem sungai.
Lele raksasa Mekong menghuni Danau Tonle Sap, bagian hulu Sungai Mekong, serta lubuk-lubuk dalam di Provinsi Kratie dan Stung Treng. Ikan ini bisa mencapai panjang 3 meter dan berat hingga 300 kilogram, menjadikannya salah satu spesies air tawar terbesar di dunia.
Kamboja melarang pemanenan, penjualan, dan pengangkutan lele raksasa Mekong sejak 1956. International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengklasifikasikan spesies ini sebagai Sangat Terancam Punah dalam Daftar Merahnya.
Penangkapan ikan berlebihan membuat ukuran ikan-ikan raksasa di Sungai Mekong menyusut pada laju yang mengkhawatirkan. Panjang spesies air tawar terbesar dan paling terancam punah di kawasan itu berkurang 40% dalam tujuh tahun.
Lele raksasa Mekong yang diteliti dalam periode lebih panjang menunjukkan penurunan berat hingga 55% selama 25 tahun terakhir. Rata-rata bobotnya merosot dari 180 kilogram menjadi 80 kilogram.
Ahli biologi Ngor Peng Bun, anggota tim studi, pernah membantu menangkap lele raksasa seberat 270 kilogram pada 2000 sebelum memasang tag dan melepaskannya.
"Ukurannya sangat besar, tak terlupakan," katanya, seraya menambahkan ikan itu hampir membalikkan perahunya. Spesies yang dalam bahasa Khmer dikenal sebagai ikan kerajaan itu kini hanya bayang-bayang dari masa kejayaannya.
Ikan berukuran besar mampu menghasilkan telur jauh lebih banyak secara eksponensial. Seekor lele seberat 300 kilogram dapat menghasilkan keturunan 10 hingga 20 kali lipat dibandingkan ikan seberat 50 kilogram.
Banyak spesies raksasa juga berumur panjang dan lambat mencapai usia dewasa. Peningkatan angka kematian pada kelompok ini dapat mengganggu keseimbangan populasi hingga berujung pada keruntuhan.
Dr. Zeb Hogan, profesor di University of Nevada, Amerika Serikat, menyebut penyusutan cepat ikan-ikan raksasa Mekong sebagai temuan yang mengejutkan.
"Seiring menurunnya ukuran tubuh dan kapasitas reproduksi, ikan Mekong berisiko memasuki 'spiral kematian', di mana populasi tetap ada tapi tak lagi layak untuk bertahan dalam jangka panjang," ujar Hogan.
Selain penangkapan berlebihan, ikan-ikan raksasa Mekong menghadapi bendungan yang menghalangi jalur migrasi. Krisis iklim dan perusakan hutan banjir musiman untuk lahan pertanian memperparah kondisi, padahal kawasan itu merupakan habitat penting bagi spesies tersebut.
Program penyelamatan di Kamboja menjadi salah satu upaya paling terukur untuk menahan laju penurunan populasi. Tanpa penguatan pada aspek migrasi dan perlindungan habitat, hasil dari 133 pelepasan sejak 1999 berisiko tidak mampu menandingi tekanan yang terus berlangsung.