Pencarian

Polytron G3 Salip Nissan hingga Volvo, Terjual 458 Unit Sepanjang 2026

Rabu, 16 September 2026 • 12:52:01 WIB
Polytron G3 Salip Nissan hingga Volvo, Terjual 458 Unit Sepanjang 2026
Polytron mencatat penjualan 458 unit mobil listrik G3 dan G3+ sepanjang 2026.

SULAWESI TENGAH — Polytron mencatat penjualan 458 unit mobil listrik G3 dan G3+ dari dealer ke konsumen sepanjang tahun ini, menempatkannya di posisi ke-35 dari 49 merek anggota Gaikindo. Angka itu membuat merek asal Kudus ini melampaui Nissan, MINI, Volkswagen, hingga Volvo yang sudah jauh lebih dulu eksis di pasar Indonesia. Pertumbuhan penjualannya dibanding periode Januari–Agustus tahun lalu tembus 2.444,4 persen, meski mobil perdananya baru meluncur 6 Mei 2025.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan Polytron belum masuk jajaran merek terlaris nasional. Pangsa pasarnya sekitar 0,1 persen dari total penjualan mobil di Indonesia yang sudah mencapai 594.984 unit secara retail.

Meski begitu, capaian Polytron cukup mencolok untuk pemain yang baru menjual satu model. Beberapa merek yang penjualannya berada di bawah Polytron adalah MINI, Nissan, Maxus, Neta, Volkswagen, dan Volvo.

Posisi Polytron vs Merek Mapan dan Pendatang China

Catatan 458 unit itu belum cukup untuk menempel deretan pemain besar. Toyota, Daihatsu, dan Mitsubishi masih jauh di atas, begitu pula pendatang baru dari China seperti BYD dan Jaecoo yang penjualannya sudah lebih besar.

Artinya, Polytron saat ini lebih tepat dibaca sebagai pemain niche yang mulai mengisi ceruk pasar, bukan penantang serius dominasi merek Jepang. Dua varian yang dijual, G3 dan G3+, seluruhnya bermesin listrik.

Rebadge Skyworth K EV, Dirakit di Pabrik Handal Indonesia Motor

Mobil pertama Polytron merupakan rebadge dari Skyworth K EV. Perakitannya dilakukan secara lokal di pabrik PT Handal Indonesia Motor.

Dimensinya termasuk bongsor untuk ukuran SUV listrik di kelasnya:

  • Panjang 4.720 mm
  • Lebar 1.908 mm
  • Tinggi 1.696 mm
  • Jarak sumbu roda 2.800 mm
  • Ground clearance 158 mm

Bagasi diklaim berkapasitas hingga 1.141 liter dan dilengkapi Electronic Tail Gate with Kick Sensor. Soal tenaga, motor listriknya menghasilkan 150 kW dengan torsi 320 Nm.

Jarak Tempuh 402 Km dan Pengisian DC di Bawah 35 Menit

Polytron membekali G3 dan G3+ dengan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 51,916 kWh. Jarak tempuhnya diklaim 402 kilometer dalam siklus CLTC, dengan kecepatan tertinggi 150 km/jam.

Dari titik nol ke 100 km/jam, catatan di atas kertas menyebut 9,6 detik. Untuk pengisian daya, kedua varian sama-sama butuh kurang dari 35 menit dari 20 ke 70 persen menggunakan arus DC.

Perbedaannya ada di pengisian arus AC. Varian G3+ butuh kurang dari 3,5 jam, sedangkan G3 memerlukan waktu lebih lama.

Beda Varian G3 dan G3+: Velg, Sunroof, dan Konektivitas

Dua varian dipisahkan sejumlah detail tampilan dan fitur. Varian G3 memakai velg 19 inch, sementara G3+ dibekali velg 20 inch.

Trim tertinggi itu juga sudah mendapat panoramic sunroof. Fitur konektivitas berbasis smartphone hanya ada di G3+, mencakup pemantauan status baterai, remote start/stop, find my car, kontrol AC, remote door lock/unlock, dan seat preset.

Dengan harga dan spesifikasi yang bersaing di segmen SUV listrik, pertanyaan berikutnya adalah apakah Polytron mampu menjaga momentum penjualan setelah tahun pertama peluncurannya.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks