SULAWESI TENGAH — Microsoft memperluas dukungan fitur Automatic Super Resolution (Auto SR) ke platform Intel Core Ultra Series 3 "Panther Lake". Fitur bawaan Windows ini memungkinkan upscaling resolusi game lewat bantuan NPU tanpa perlu dukungan teknologi super resolution dari dalam game itu sendiri. Dukungan ini menjadikan Auto SR alternatif ketika sebuah game tidak menyediakan fitur seperti Intel XeSS.
Perluasan dukungan Auto SR ke Panther Lake menegaskan posisi fitur ini sebagai lapisan upscaling sistem, bukan sekadar tambahan yang menempel pada satu vendor GPU. Microsoft menguji langsung kemampuan Auto SR pada Intel Arc B390, salah satu iGPU yang menyertai SoC Panther Lake, untuk melihat seberapa besar dampaknya terhadap frame rate di game berat.
Uji tersebut memperlihatkan Auto SR bukan sekadar menaikkan angka FPS, tetapi juga membuka ruang untuk menaikkan preset grafis tanpa mengorbankan kelancaran permainan.
Pada Assassin's Creed Valhalla, Intel Arc B390 menjalankan game di sekitar 45 FPS pada resolusi native 1600p dengan pengaturan High. Microsoft lalu menurunkan resolusi render ke 1050p dan meng-upscale-nya kembali ke 1600p memakai Auto SR.
Hasilnya, performa naik ke sekitar 52 FPS meski pengaturan grafis justru dinaikkan ke Ultra. Artinya, beban render yang lebih ringan di resolusi rendah tidak membuat kualitas tampilan ikut turun saat Auto SR mengambil alih proses upscaling.
Skenario berbeda muncul di Assassin's Creed Shadows yang jauh lebih berat. Pada resolusi native 1600p dengan pengaturan Very Low, Intel Arc B390 hanya menghasilkan sekitar 31 FPS.
Ketika Auto SR diaktifkan dari resolusi 1050p ke 1600p dengan preset Ultra High, frame rate berada di sekitar 29 FPS. Angka itu memang sedikit lebih rendah, tetapi kualitas tekstur terlihat jauh lebih baik dibanding menjalankan game di preset Very Low pada resolusi native.
Auto SR dapat digunakan pada hampir semua game berbasis DirectX 10 atau versi yang lebih baru. Cakupan ini membuat fitur tersebut relevan untuk pustaka game lama yang belum pernah dibekali teknologi upscaling.
Meski begitu, Microsoft tetap menyarankan penggunaan XeSS Super Resolution untuk game yang sudah mendukungnya. Auto SR diposisikan sebagai alternatif bagi game yang belum menyediakan fitur upscaling serupa, bukan pengganti teknologi bawaan Intel.
Dukungan Auto SR ke Panther Lake membuat fitur ini semakin menarik untuk perangkat PC tipis yang mengandalkan iGPU sebagai pengolah grafis utama. Perangkat kelas ini biasanya berbagi daya dan thermal dengan komponen lain, sehingga efisiensi render di resolusi lebih rendah menjadi keuntungan nyata.
Dengan Auto SR, pengguna tidak perlu menunggu pengembang game menambahkan opsi upscaling. Selama game berjalan di DirectX 10 atau lebih baru, fitur bawaan Windows ini bisa langsung dimanfaatkan untuk menaikkan resolusi tampilan.