SULAWESI TENGAH — Di usia kehamilan 10 minggu, Bunda mungkin masih belum terlihat hamil dari luar. Namun di dalam rahim, janin sedang tumbuh pesat dan tubuh Bunda bekerja ekstra keras untuk mendukung perkembangannya. Beberapa keluhan trimester pertama justru terasa lebih kuat di minggu ini, dan itu hal yang normal.
Banyak ibu hamil melaporkan morning sickness memuncak di usia kehamilan 9 hingga 10 minggu. Penyebabnya, kadar hormon hCG (human chorionic gonadotropin) sedang berada di level tertinggi pada periode ini.
Meski namanya morning sickness, rasa mual bisa muncul kapan saja. Jika keluhan ini mengganggu, coba makan dalam porsi kecil tapi sering, dan hindari perut kosong dalam waktu lama.
Selain mual, ada beberapa gejala lain yang umum dirasakan di minggu ke-10. Volume darah Bunda meningkat 30-50 persen, sehingga jantung bekerja lebih keras. Akibatnya, aliran darah ke otak kadang tidak lancar dan Bunda merasa pusing.
Perubahan emosi juga wajar terjadi. Stres, kelelahan, dan fluktuasi hormon memengaruhi neurotransmitter di otak, membuat Bunda mudah bergembira lalu tiba-tiba sedih. Ini bagian normal dari perjalanan kehamilan.
Kadar estrogen yang tinggi juga membuat cairan vagina lebih banyak. Selama tidak berbau dan berwarna putih susu, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. Bunda juga mungkin melihat pembuluh darah biru lebih jelas di dada dan perut karena volume darah meningkat.
Pada usia ini, sebagian besar ibu belum memiliki baby bump yang jelas. Namun celana mungkin terasa lebih ketat karena ada penebalan di bagian tengah tubuh akibat kenaikan berat badan ringan. Untuk kenyamanan, beralihlah ke celana atau rok dengan pinggang elastis.
Perut mulai terlihat umumnya terjadi antara minggu ke-12 hingga ke-16, terutama di awal trimester kedua. Namun, waktu munculnya baby bump berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain tinggi badan, berat badan, postur tubuh, dan riwayat kehamilan sebelumnya.
Bunda yang memiliki tubuh lebih kurus atau pendek biasanya lebih cepat terlihat hamil. Sebaliknya, ibu dengan postur lebih tinggi atau otot perut yang kuat baru terlihat membesar di usia lebih lanjut. Pada kehamilan kedua dan seterusnya, otot perut yang sudah kendur membuat perut lebih cepat tampak membuncit.
Beberapa ibu hamil mengalami produksi air liur yang meningkat drastis di trimester pertama, terutama saat merasa mual. Kondisi ini disebut ptyalism dan merupakan gejala kehamilan yang normal, bukan tanda bahaya.
Untuk mengatasinya, perbanyak minum air putih, kunyah permen karet tanpa gula, atau isap permen untuk membantu menelan air liur berlebih dengan lebih mudah.
Meski sebagian besar gejala di atas normal, Bunda tetap perlu waspada. Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami pendarahan, nyeri perut hebat, pusing disertai pandangan kabur, atau muntah berlebihan yang membuat Bunda tidak bisa makan dan minum sama sekali.
Setiap kehamilan memiliki ritme dan ciri khasnya sendiri. Jika Bunda ragu atau cemas dengan perkembangan kehamilan, jangan sungkan untuk memeriksakan diri. Rasa khawatir yang dikonsultasikan lebih baik daripada dipendam sendiri.