Wagub Sulteng Reny Lamadjido Jenguk Pasien di RS Wahidin Makassar, Bantu Ringankan Biaya Pengobatan Rp 42 Juta

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:37:31 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido menjenguk pasien di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, Selasa (11/2/2025).

PALU — Seorang pemimpin tidak cukup hanya berbicara, tetapi harus hadir dalam tindakan. Hal itu kembali ditunjukkan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, yang datang langsung ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk menjenguk pasien asal Desa Korompeli, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara.

Pasien tersebut sebelumnya harus menanggung beban biaya pengobatan sekitar Rp 42 juta. Bagi keluarga sederhana, nominal itu tentu bukan perkara kecil. Reny tidak berhenti pada rasa prihatin; ia datang, melihat kondisi pasien secara langsung, dan mengambil bagian untuk membantu meringankan biaya tersebut.

Latar Belakang Dokter yang Membentuk Kepedulian

Sikap tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Seorang pemimpin dinilai bukan hanya dari apa yang diucapkan, tetapi juga dari keberaniannya hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Kepedulian Reny terasa semakin kuat karena dirinya memiliki latar belakang sebagai dokter. Puluhan tahun pengabdiannya di dunia kesehatan membuatnya memahami bahwa di balik setiap persoalan kesehatan, selalu ada manusia, keluarga, dan harapan yang harus diperjuangkan.

Perjalanan Karier dari Dokter Umum hingga Wagub

Jejak pengabdiannya panjang, mulai dari dokter umum, kepala puskesmas, pejabat di bidang pelayanan medik, direktur rumah sakit, hingga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Pengalaman tersebut pula yang membuat Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyebut Reny sebagai "Gubernur Kesehatan" Sulawesi Tengah.

Sebutan itu bukan hanya tentang latar belakang profesi, tetapi juga tentang pengalaman dan kepeduliannya terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Reny A. Lamadjido lahir di Makassar, 17 Desember 1962. Ia merupakan putri mantan Gubernur Sulawesi Tengah Abdul Azis Lamadjido. Pendidikan kedokterannya ditempuh di Universitas Hasanuddin dan kemudian dilanjutkan dengan pendidikan spesialis Patologi Klinik serta magister bidang kesehatan.

Dari Politik ke Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Ia kemudian memasuki dunia politik dan dipercaya menjadi Wakil Wali Kota Palu periode 2021–2024 mendampingi Hadianto Rasyid. Pada Pilgub Sulawesi Tengah 2024, ia kembali dipercaya mendampingi Anwar Hafid dan kini mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.

Namun, jabatan politik tidak membuat dirinya berjarak dengan dunia yang telah membesarkan pengabdiannya. Kehadiran Reny di sisi pasien di RS Wahidin menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana seorang pemimpin seharusnya hadir.

Tidak banyak bicara. Tidak menunggu persoalan menjadi besar. Tetapi bergerak ketika masyarakat membutuhkan.

Masyarakat membutuhkan pemimpin yang bukan hanya mampu membuat kebijakan, tetapi juga memiliki hati untuk melihat penderitaan rakyat. Dokter Reny menunjukkan bahwa menjadi dokter bukan sekadar memiliki kemampuan mengobati. Lebih dari itu, profesi tersebut mengajarkan tentang empati, kemanusiaan, dan keberanian untuk hadir di tengah orang yang sedang berjuang.

Jabatan boleh tinggi. Kekuasaan boleh besar. Tetapi nilai seorang pemimpin akan semakin tinggi ketika gerakannya lebih cepat daripada kata-katanya. Dan di RS Wahidin, kepedulian itu kembali terlihat dalam tindakan Reny A. Lamadjido.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: beritamorut.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top