Kisah di Balik Nama Braut Haaland di Jersey Timnas Norwegia, Bukan Sekadar Gaya-gayaan

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 00:39:01 WIB
Erling Braut Haaland mengenakan nama "Braut" sebagai penghormatan kepada ibunya saat membela Timnas Norwegia.

SULAWESI TENGAH — Striker berusia 24 tahun itu memang sudah lama dikenal publik global dengan nama Haaland saja. Namun, saat membela negaranya di ajang internasional, ia konsisten menyertakan "Braut" — nama gadis ibunya, Gry Marita Braut. Langkah ini menjadi cara Haaland merawat identitas keluarga di tengah popularitasnya yang meledak.

Penghormatan untuk Ibu dan Garis Keturunan

Gry Marita Braut adalah mantan atlet heptathlon yang pensiun dini karena cedera. Ia menjadi figur sentral dalam perjalanan karier Haaland, terutama setelah sang ayah, Alf-Inge Haaland, juga mantan pemain Manchester City dan Leeds United.

Dengan menyematkan "Braut", Haaland seolah ingin memastikan nama ibunya tetap dikenang di panggung sepak bola dunia. Ini bukan sekadar tradisi Islandia yang kerap menggunakan nama matronimik, melainkan pilihan personal yang sarat makna.

Kebiasaan yang Sudah Berlangsung Lama

Praktik ini bukan hal baru. Sejak debutnya bersama Timnas Norwegia U-15 pada 2015, Haaland sudah menggunakan "Braut Haaland" di jersey-nya. Ia juga melakukan hal serupa saat membela klub-klub sebelumnya, seperti Molde, Red Bull Salzburg, dan Borussia Dortmund.

Bedanya, di level klub, ia lebih sering tampil dengan "Haaland" saja karena pertimbangan komersial dan branding. Namun, di tim nasional, ia punya kebebasan penuh untuk menonjolkan sisi personalnya.

Mengapa Tidak di Manchester City?

Di Manchester City, Haaland menggunakan nama "Haaland" di jersey-nya — nama yang sudah melegenda di Premier League berkat sang ayah. Keputusan ini lebih praktis dan sudah dikenal luas oleh penggemar sepak bola global.

Namun, saat memperkuat Norwegia, ia memilih jalur berbeda. "Braut Haaland" bukan hanya identitas, melainkan pernyataan bahwa di balik mesin gol Manchester City, ada seorang anak yang bangga dengan garis keturunannya.

Warisan Nama yang Terus Hidup

Langkah Haaland ini juga mengingatkan pada tradisi di beberapa negara Skandinavia yang tidak selalu menggunakan nama ayah. Di Islandia, penggunaan nama matronimik seperti "Braut" justru lazim. Namun di Norwegia, pilihan Haaland tergolong unik dan jarang dilakukan pesepak bola seterkenal dirinya.

Dengan 34 gol dalam 36 penampilan untuk Norwegia, Haaland terus membuktikan diri sebagai ujung tombak tim. Dan setiap kali ia mencetak gol, nama "Braut" ikut terangkat — sebuah penghormatan abadi untuk sang ibu yang tak pernah terlihat di lapangan, tapi selalu ada di setiap langkahnya.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top