SULAWESI TENGAH — Wi-Fi 7 atau IEEE 802.11be menjanjikan kecepatan transfer data hingga 46 Gbps — hampir lima kali lipat Wi-Fi 6. Meskipun router yang mendukung standar ini masih jarang beredar di pasar Indonesia, vendor justru lebih dulu menyematkan dukungan hardware di perangkat konsumen.
Beberapa pabrikan sudah mengintegrasikan modem Wi-Fi 7 di lini flagship 2026. Qualcomm dan MediaTek menjadi pemasok utama chipset yang sudah tersertifikasi untuk protokol anyar ini.
Di jajaran Android, perangkat seperti Samsung Galaxy S26 series, Xiaomi 16 Pro, dan Oppo Find N6 disebut sudah mendukung Wi-Fi 7 dari sisi hardware. Apple juga dikabarkan membawa teknologi serupa di iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max yang dirilis September mendatang.
Untuk laptop, deretan notebook dengan prosesor Intel Core Ultra 200 series dan AMD Ryzen 9000 series sudah dibekali adapter nirkabel Wi-Fi 7 bawaan. Beberapa model seperti Asus ROG Zephyrus G16 2026 dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 masuk dalam daftar perangkat yang kompatibel.
Wi-Fi 7 membawa tiga peningkatan utama: saluran 320 MHz, 4K QAM, dan Multi-Link Operation (MLO). Saluran 320 MHz menggabungkan dua saluran 160 MHz sekaligus, menggandakan kapasitas data yang bisa dikirim dalam satu waktu.
MLO memungkinkan perangkat terhubung ke dua pita frekuensi sekaligus — misalnya 5 GHz dan 6 GHz — untuk mengurangi latensi dan menjaga koneksi tetap stabil saat salah satu pita terganggu. Fitur ini krusial untuk aplikasi real-time seperti cloud gaming atau video conference 4K.
Sayangnya, semua keunggulan ini hanya bisa dimanfaatkan jika pengguna juga memiliki router Wi-Fi 7. Tanpa infrastruktur jaringan yang mendukung, perangkat akan turun ke mode backward-compatible ke Wi-Fi 6 atau 5.
Di pasar global, TP-Link, Asus, dan Netgear sudah menjual router Wi-Fi 7 sejak akhir 2025. Namun, distribusi di Indonesia masih terbatas. Beberapa model seperti TP-Link Archer BE800 dan Asus RT-BE96U sudah muncul di marketplace, tapi harganya masih di atas Rp 5 juta.
Kominfo belum mengeluarkan sertifikasi resmi untuk perangkat Wi-Fi 7 dalam jumlah massal. Artinya, pengguna yang ingin membeli router Wi-Fi 7 saat ini harus memastikan produknya sudah bersertifikat postel atau SDPPI agar legal digunakan di Indonesia.
Bagi yang baru membeli HP atau laptop flagship 2026, perangkat tersebut sudah siap untuk Wi-Fi 7 — tapi pengguna belum perlu buru-buru membeli router baru. Koneksi internet rumah rata-rata di Indonesia masih di kisaran 50-100 Mbps, jauh di bawah kapasitas Wi-Fi 6 sekalipun.
Investasi Wi-Fi 7 baru terasa manfaatnya jika pengguna memiliki langganan internet di atas 500 Mbps, sering mentransfer file besar antar perangkat di jaringan lokal, atau menjalankan aplikasi yang sensitif terhadap latensi. Untuk kebutuhan sehari-hari seperti streaming YouTube atau media sosial, Wi-Fi 6 masih lebih dari cukup.