Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Yakin IEU-CEPA Segera Diratifikasi, Buka Peluang Investasi Baru

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Senin, 15 Juni 2026 | 18:42:32 WIB
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menegaskan dorongan ratifikasi IEU-CEPA untuk membuka peluang investasi baru di Indonesia.

SULAWESI TENGAH — Kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia pada Senin (15/6) menjadi momentum untuk mempertegas komitmen kedua negara memperdalam kemitraan strategis. Dalam pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Steinmeier menyebut fondasi hubungan bilateral telah kokoh sejak Deklarasi Jakarta 2012.

"Saya gembira bisa kembali berkunjung ke Indonesia. Ini merupakan keempat kalinya saya berkunjung ke sini. Jumlah kunjungan ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan dengan Indonesia bagi kami di Jerman," ujarnya.

Dorongan Ratifikasi IEU-CEPA dan Dampaknya bagi UMKM

Salah satu pokok bahasan utama adalah perjanjian Indonesia–Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah ditandatangani. Steinmeier menegaskan pihaknya mendorong agar perjanjian itu segera diratifikasi oleh parlemen Jerman.

"Perjanjian ini mengandung potensi yang sangat besar. Dan dengan itu dimungkinkan investasi baru dan juga memberi peluang bagi perusahaan kecil dan menengah dari Jerman untuk mereka dibuka jalan untuk mengadakan investasi di Indonesia," kata Steinmeier.

Ia meyakini ratifikasi akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia ke Eropa, sekaligus memperkuat rantai pasok global di sektor manufaktur dan energi hijau.

Indonesia sebagai Pilar Stabilitas di ASEAN

Dalam pernyataannya, Steinmeier juga menyoroti peran Indonesia di kawasan. Ia menilai Indonesia merupakan faktor stabilitas penting di dalam kawasan ASEAN.

"Indonesia tidak hanya yakin akan peran itu, tetapi juga terus mengembangkan peran pentingnya," katanya.

Pernyataan itu merespons pembahasan mengenai arsitektur keamanan regional yang dibahas dalam pertemuan bilateral. Steinmeier menekankan bahwa kerja sama pertahanan dan keamanan akan menjadi salah satu pilar baru hubungan kedua negara ke depan.

Empat Kali Kunjungan, Bukti Kedekatan Strategis

Steinmeier mencatat bahwa kunjungan ke Indonesia yang keempat kalinya ini menjadi sinyal kuat pentingnya hubungan bilateral. Ia mengapresiasi sambutan hangat Presiden Prabowo Subianto dan menyebut kedua negara memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya digali.

"Tadi Anda sudah katakan betapa pentingnya keanekaragaman topik yang kita bicarakan dan betapa banyak perkembangannya selama beberapa tahun akhir ini, dan betapa besarnya potensi untuk bisa dikembangkan lagi," ucap Steinmeier.

Kunjungan ini diharapkan menghasilkan peta jalan kerja sama baru di bidang energi terbarukan, digitalisasi, dan pendidikan vokasi. Pemerintah Indonesia sendiri sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk mempercepat proses ratifikasi di dalam negeri setelah Jerman meratifikasi IEU-CEPA.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top