Polres Rokan Hilir Siapkan Pengamanan Bakar Tongkang 2026, Libatkan TNI dan Instansi Terkait

Penulis: Lukman Hakim  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 20:19:31 WIB
Polres Rokan Hilir menggelar rapat koordinasi pengamanan Bakar Tongkang 2026 bersama TNI dan instansi terkait.

SULAWESI TENGAHPolres Rokan Hilir memastikan kesiapan pengamanan untuk tradisi Bakar Tongkang yang akan berlangsung di Bagansiapiapi pada tahun 2026. Dalam rapat koordinasi yang digelar pekan ini, jajaran kepolisian bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, dan instansi vertikal lainnya menyusun skema pengamanan terpadu. Langkah ini merupakan respons atas tingginya antusiasme masyarakat yang setiap tahun memadati lokasi acara.

Skema Pengamanan Terpadu dan Pengaturan Lalu Lintas

Rapat koordinasi memfokuskan pembahasan pada pengaturan lalu lintas, pengamanan titik-titik strategis di sekitar pelabuhan, dan pengelolaan area parkir. Polres Rohil juga menyiapkan personel gabungan yang akan disiagakan sejak masa pra-acara hingga puncak ritual pembakaran tongkang. "Kami berkoordinasi dengan semua pihak agar acara adat ini berjalan aman dan tertib," ujar Kepala Kepolisian Resor Rokan Hilir dalam pernyataan resmi yang diterima, kemarin.

Tradisi Bakar Tongkang merupakan agenda tahunan yang menarik ribuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Acara yang digelar setiap bulan Juni ini memperingati kedatangan leluhur etnis Tionghoa ke pesisir Riau. Karena itu, kepadatan massa menjadi perhatian utama dalam setiap rapat koordinasi keamanan.

Latar Belakang Tradisi dan Potensi Risiko

Bakar Tongkang bukan sekadar atraksi wisata, melainkan ritual turun-temurun yang sarat nilai sejarah. Tongkang kayu berisi sesajen dibakar sebagai simbol penghormatan kepada leluhur. Namun, penggunaan api dalam skala besar di area terbuka yang dipadati pengunjung menyimpan risiko kebakaran dan kepanikan massa. Faktor inilah yang mendorong Polres Rohil untuk melakukan pemetaan kerentanan sejak jauh-jauh hari.

Selain aspek pengamanan fisik, rapat koordinasi juga membahas skema evakuasi dan pelayanan medis darurat. Posko kesehatan dan pos pengaduan akan didirikan di beberapa titik. Pemerintah daerah setempat juga diminta menyiapkan jalur alternatif untuk mengurai kemacetan yang hampir pasti terjadi.

Komitmen Jaga Ketertiban dan Warisan Budaya

Polres Rohil menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban, tetapi juga melindungi kelangsungan tradisi. Dengan persiapan yang matang, diharapkan perhelatan Bakar Tongkang 2026 dapat berlangsung khidmat tanpa insiden. "Kami ingin masyarakat dan wisatawan menikmati acara dengan nyaman. Koordinasi ini adalah langkah awal yang krusial," tambah perwakilan Polres Rohil.

Tradisi Bakar Tongkang sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu agenda wisata unggulan Provinsi Riau. Pemerintah berharap pengamanan yang ketat dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Bagansiapiapi.

Reporter: Lukman Hakim
Back to top