PALU — Air mulai naik setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Toribulu selama berjam-jam. Debit Sungai Toribulu tak tertampung, lalu meluap dan menggenangi sawah serta ladang petani di dua desa sekaligus.
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, melaporkan bahwa area terdampak meliputi Dusun VII Desa Toribulu dan Dusun V Desa Sienjo. Di Desa Toribulu, sekitar lima hektare persawahan terendam. Sementara di Desa Sienjo, banjir merendam tiga hektare lahan pertanian warga.
“Banjir disebabkan karena hujan lebat yang cukup lama sehingga meningkatkan debit air Sungai Toribulu hingga meluap dan menggenangi area persawahan serta lahan pertanian masyarakat,” kata Asbudianto dalam laporannya, Minggu.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke kedua desa. Tim melakukan asesmen dan pemantauan kondisi lapangan untuk memastikan perkembangan situasi terkini.
Hingga saat ini, data mengenai jumlah pengungsi, korban jiwa, rumah terdampak, maupun kebutuhan mendesak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
Air banjir dilaporkan masih menggenangi lahan pertanian warga di kedua desa tersebut. Kondisi ini membuat para petani khawatir gagal panen jika genangan tak segera surut dalam beberapa hari ke depan.
BPBD Sulteng memastikan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Langkah antisipasi disiapkan untuk menghadapi kemungkinan dampak lanjutan, mengingat musim hujan masih berlangsung di wilayah Sulawesi Tengah.