PALU — Program Magang Berdampak mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untad di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah resmi berakhir. Kegiatan penarikan mahasiswa magang dilakukan melalui kunjungan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Gemilang Bayu Ragil Saputra, S. I. Kom., M. I. Kom, yang diterima langsung oleh mentor magang, Hamdi dan Suriyanti, SKM.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Tugas Dekan FISIP Untad Nomor 1549/DST/UN28.3/KP.00.00/2026. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa penarikan mahasiswa bertujuan mengakhiri secara resmi pelaksanaan magang sekaligus mempererat hubungan kerja sama antara prodi dan instansi mitra.
Pada kesempatan itu, dilakukan koordinasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Evaluasi mencakup pengalaman belajar mahasiswa di lingkungan kerja, capaian kompetensi, serta kontribusi mereka dalam mendukung kegiatan komunikasi dan publikasi kesehatan.
Hamdi, selaku mentor, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat para mahasiswa selama menjalani program magang. Menurutnya, kehadiran mereka tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi peserta, tetapi juga memberikan dukungan positif terhadap pelaksanaan tugas-tugas kehumasan dan penyebarluasan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Gemilang Bayu Ragil Saputra, menyampaikan terima kasih kepada Dinkes Sulteng yang telah memberikan ruang belajar, bimbingan, dan pengalaman praktik kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut melalui berbagai program kerja sama akademik maupun pengembangan sumber daya manusia di masa mendatang.
Program Magang Berdampak merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja nyata di instansi pemerintah maupun lembaga mitra. Melalui program ini, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi akademik, keterampilan profesional, serta memahami secara langsung dinamika dunia kerja sesuai bidang keilmuannya.
Dengan berakhirnya program magang tersebut, Dinkes Sulteng berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di lingkungan kerja dapat menjadi bekal berharga dalam memasuki dunia profesional. Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pun diharapkan terus diperkuat.