MOROWALI — Rangkaian upacara berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati. Para peserta tampak mengenakan pakaian adat dan seragam dinas, mengikuti prosesi pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Momen peringatan Hari Lahir Pancasila ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur sipil negara untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bekerja dan melayani masyarakat. Upacara berlangsung di bawah arahan langsung inspektur upacara yang merupakan pejabat tinggi Pemkab Morowali.
Peringatan ini tidak sekadar seremonial tahunan. Bagi jajaran Pemkab Morowali, momentum ini dimanfaatkan untuk merefleksikan kembali praktik birokrasi yang berlandaskan gotong royong dan keadilan sosial. Nilai-nilai dasar Pancasila diharapkan bisa menekan praktik korupsi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.
Dalam amanat upacara, inspektur upacara menekankan bahwa Pancasila adalah ideologi yang mempersatukan keberagaman suku dan budaya di Morowali. Pesan ini relevan dengan kondisi Morowali yang merupakan daerah dengan aktivitas industri dan pertambangan yang tinggi, sehingga membutuhkan persatuan yang kuat.
Upacara dimulai tepat pukul 08.00 WITA. Pengibaran bendera dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang terdiri dari pelajar dan ASN terpilih. Setelah pengibaran, seluruh peserta menyanyikan lagu "Garuda Pancasila" dan "Dari Sabang Sampai Merauke".
Puncak acara adalah pembacaan naskah Pancasila oleh inspektur upacara yang diikuti seluruh peserta. Suasana hening dan penuh khidmat menyelimuti halaman kantor bupati selama prosesi berlangsung. Tidak ada insiden yang mengganggu jalannya upacara.
Setelah upacara selesai, para peserta kembali ke tempat tugas masing-masing. Tidak ada kegiatan tambahan seperti pawai atau pentas seni yang digelar tahun ini, fokus acara murni pada upacara penghormatan kepada dasar negara.
Pemkab Morowali berencana mengadakan diskusi internal di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas penerapan sila-sila Pancasila dalam pelayanan administrasi. Langkah ini diambil agar peringatan tidak berhenti di upacara, tetapi berdampak langsung pada kinerja birokrasi.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan semangat persatuan dan gotong royong semakin mengakar di kalangan ASN Morowali. Pelayanan publik pun diharapkan berjalan lebih transparan dan berkeadilan, sesuai amanat sila kelima Pancasila.