MOROWALI — Ribuan mahasiswa asal Kabupaten Morowali telah mendaftar dan terverifikasi dalam program beasiswa Pemerintah Kabupaten Morowali untuk tahun akademik 2026. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, menyebutkan angka pendaftar yang masuk sudah melampaui ekspektasi awal.
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pendidikan, sebanyak 1.200 lebih mahasiswa telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah karena proses pendaftaran masih berlangsung.
Arifin menekankan bahwa verifikasi dilakukan secara ketat untuk memastikan hanya mahasiswa yang memenuhi syarat yang mendapatkan bantuan. "Kami ingin tepat sasaran. Beasiswa ini diperuntukkan bagi putra-putri Morowali yang benar-benar membutuhkan dan berprestasi," ujarnya.
Pesan utama yang disampaikan Kadis Pendidikan kepada para mahasiswa adalah soal ketepatan waktu. Arifin Lakane secara khusus mengingatkan agar seluruh calon penerima tidak menunda-nunda pendaftaran hingga hari terakhir.
"Jangan sampai terlambat. Proses administrasi membutuhkan waktu, dan kami tidak bisa menerima pendaftaran di luar batas yang sudah ditentukan," tegas Arifin dalam keterangannya, Selasa (18/3/2026).
Peringatan ini disampaikan menyusul adanya temuan sejumlah mahasiswa yang baru mendaftar di menit-menit akhir, sehingga berisiko mengalami kendala teknis atau kekurangan dokumen.
Beasiswa Pemkab Morowali tahun 2026 menyasar mahasiswa jenjang S1 dan D3 yang berasal dari daerah setempat. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan sumber daya manusia di Bumi Tepe Asa Moroso.
Dinas Pendidikan menargetkan tidak ada mahasiswa kurang mampu yang putus kuliah karena biaya. Selain bantuan biaya pendidikan, program ini juga mencakup bantuan biaya hidup bulanan bagi penerima yang memenuhi kriteria tertentu.
Setelah verifikasi selesai, tahapan berikutnya adalah pengumuman hasil seleksi yang akan diumumkan melalui website resmi Dinas Pendidikan Morowali dan papan pengumuman di kantor dinas. Mahasiswa yang dinyatakan lolos akan diminta menandatangani kontrak perjanjian beasiswa.
Arifin mengimbau para mahasiswa untuk terus memantau informasi resmi dan tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. "Proses seleksi gratis dan transparan. Tidak ada pungutan liar dalam program ini," pungkasnya.