Pemkab Parigi Moutong Bidik Ekspor Durian Montong Berkelanjutan ke Pasar Asia, Target 500 Ton per Tahun

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:03:58 WIB
Durian montong Parigi Moutong siap ekspor 500 ton per tahun ke pasar Asia Tenggara.

PARIGI MOUTONG — Sentra durian di Sulawesi Tengah tak melulu soal Kota Palu atau Donggala. Kabupaten Parigi Moutong, yang membentang di pesisir Teluk Tomini, kini menjelma menjadi salah satu lumbung durian montong yang mulai diperhitungkan di pasar Asia Tenggara.

Pemerintah daerah menargetkan volume ekspor mencapai 500 ton per tahun ke sejumlah negara tujuan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat posisi Parimo sebagai pemasok utama durian montong di kawasan timur Indonesia.

Dari Pekarangan ke Pasar Luar Negeri

Durian montong Parimo bukanlah komoditas baru. Sejak lima tahun terakhir, ribuan pohon durian montong ditanam di lahan warga di Kecamatan Siniu, Bolano Lambunu, dan Moutong. Namun, akses pemasaran yang terbatas membuat hasil panen kerap hanya dijual di pasar tradisional atau ke pengepul di Palu.

Perubahan mulai terjadi ketika Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Parimo menggandeng eksportir lokal untuk memfasilitasi pengiriman perdana ke Malaysia pada 2023. Hasilnya, respons pasar cukup positif. “Durian montong kita punya rasa yang manis dan legit, tekstur daging buahnya tebal. Itu yang dicari pasar Malaysia,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Parimo, Andi Surya, pekan lalu.

Standar Mutu Jadi Syarat Mutlak

Agar ekspor berkelanjutan, Pemkab Parimo tak hanya mendorong perluasan lahan. Mereka juga mewajibkan petani menerapkan standar mutu tertentu. Setiap durian yang akan dikirim harus memenuhi kriteria berat minimal 2,5 kilogram, tidak retak, dan dipanen dalam kondisi matang pohon.

Petani juga dibekali pelatihan pascapanen. Soalnya, durian montong termasuk buah yang mudah rusak jika penanganannya asal-asalan. “Kami bangun rumah sortir sederhana di tiga kecamatan sentra. Tujuannya agar grading buah dilakukan di tingkat petani, bukan di luar daerah,” kata Andi Surya.

Apa Langkah Selanjutnya?

Setelah Malaysia dan Brunei, Pemkab Parimo membidik pasar Tiongkok dan Thailand. Namun, persyaratan karantina dan sertifikasi phytosanitary dari negara tujuan masih menjadi pekerjaan rumah. Pemerintah daerah saat ini tengah mengurus dokumen registrasi kebun dan fasilitas pengemasan yang sesuai standar internasional.

Jika semua berjalan lancar, pengiriman perdana ke Tiongkok ditargetkan dimulai pada awal 2026. “Kami optimistis. Tinggal menunggu proses administrasi dan verifikasi dari otoritas karantina di sana,” pungkas Andi.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: radarpalu.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top