Yayasan Al Azhar Mandiri Palu Salurkan 900 Kg Daging Kurban Iduladha, Bungkus Pakai Daun dan Besek

Penulis: Lukman Hakim  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:03:45 WIB
Yayasan Al Azhar Mandiri Palu membagikan 900 kg daging kurban dengan kemasan daun jati dan besek bambu.

PALU — Ribuan warga di Kota Palu menerima daging kurban Iduladha tahun ini dengan kemasan yang berbeda dari biasanya. Yayasan Al Azhar Mandiri Palu memastikan seluruh 900 kilogram daging yang dipotong dari 11 ekor sapi dibagikan tanpa kantong plastik. Sebagai gantinya, panitia menggunakan daun jati dan besek anyaman bambu sebagai wadah utama.

Mengapa Memilih Daun dan Besek?

Keputusan mengganti kantong plastik dengan bahan alami bukan sekadar tren. Pengurus yayasan menilai limbah plastik masih menjadi persoalan serius di Palu, terutama saat momen Iduladha yang biasanya menghasilkan sampah kemasan dalam jumlah besar. "Kami ingin berkontribusi mengurangi sampah plastik. Daging kurban ini juga lebih segar karena terbungkus daun," ujar salah satu panitia kepada wartawan.

Proses Penyembelihan dan Distribusi

Penyembelihan 11 ekor sapi dilakukan di halaman yayasan pada hari raya. Daging kemudian dipotong dan ditimbang di tempat yang sama, langsung dibungkus oleh puluhan relawan. Setelah terbungkus rapi, daging diantar ke beberapa titik di kecamatan Palu Barat, Palu Selatan, dan Palu Timur. Warga yang terdaftar menerima daging di posko-posko yang sudah ditentukan, sebagian lainnya diantar langsung ke rumah penerima manfaat.

Berapa Banyak Daging yang Dibagikan?

Total bobot daging yang dibagikan mencapai 900 kilogram. Angka ini berasal dari 11 ekor sapi yang seluruhnya milik yayasan dan donatur. Tidak ada daging yang dijual; semuanya didistribusikan gratis kepada warga kurang mampu, anak yatim, dan janda di sekitar lokasi yayasan. Panitia mencatat lebih dari 1.200 kepala keluarga menjadi penerima manfaat tahun ini.

Apa Dampaknya bagi Warga?

Warga penerima menyambut positif penggunaan kemasan alami. Selain tidak perlu khawatir soal sampah plastik, daun jati disebut membuat daging lebih awet dan tidak cepat basi. "Biasanya bungkus plastik bikin lembap, kalau pakai daun lebih adem dan wangi," kata Siti, seorang penerima di Kelurahan Lolu. Yayasan berencana menjadikan metode ini sebagai standar tetap pada Iduladha tahun depan.

Langkah Selanjutnya

Keberhasilan distribusi tanpa plastik ini mendorong yayasan untuk memperluas jangkauan penerima di tahun mendatang. Pengurus juga membuka peluang kerja sama dengan komunitas lingkungan di Palu untuk mengembangkan kemasan ramah lingkungan yang lebih praktis. Saat ini, panitia masih menyisakan stok daging untuk dibagikan ke panti asuhan dan pondok pesantren pada hari tasyrik.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: radarpalu.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top