PALU — Ratusan paket daging kurban dari Bunda Wiwik mulai disalurkan ke warga kurang mampu di sejumlah kelurahan di Kota Palu. Pembagian ini menyasar keluarga prasejahtera yang tersebar di beberapa titik permukiman padat penduduk. Bunda Wiwik menegaskan bahwa penerima utama adalah mereka yang benar-benar membutuhkan.
Dalam proses pendistribusian, Bunda Wiwik langsung turun ke lapangan untuk memastikan paket daging sampai ke tangan yang tepat. "Penerima daging kurban, mayoritas orang-orang yang tidak mampu. Untuk keluarga Bunda, diambil saja secukupnya," ujarnya saat ditemui di sela-sela pembagian.
Pernyataan itu menjadi penegas bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap warga yang secara ekonomi masih tertekan. Beberapa penerima mengaku sangat terbantu, terutama di tengah harga kebutuhan pokok yang masih tinggi.
Pembagian paket daging kurban dilakukan secara bertahap sejak pagi hari. Tim relawan yang mendampingi Bunda Wiwik mendata penerima berdasarkan usulan dari ketua RT setempat. Setiap paket berisi daging sapi atau kambing yang sudah dipotong dan dikemas siap olah.
Warga yang terdaftar diminta datang langsung ke posko yang sudah ditentukan. Bagi lansia dan warga difabel, tim relawan mengantarkan paket daging ke rumah masing-masing. Langkah ini diambil agar tidak ada warga yang terlewat, terutama mereka yang kesulitan mobilitas.
Sejumlah penerima mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Salah seorang warga di Kelurahan Lere, misalnya, mengatakan bahwa daging kurban ini menjadi satu-satunya sumber protein hewani yang bisa dinikmati keluarganya dalam sepekan terakhir.
Bunda Wiwik berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut setiap tahun dengan jangkauan yang lebih luas. Ia juga mengajak warga yang mampu untuk ikut berpartisipasi, baik dalam bentuk daging kurban maupun bantuan lainnya, agar semangat berbagi tidak hanya berhenti pada momen Iduladha.