PALU — Ratusan warga binaan Lapas Kelas IIA Palu dan warga sekitar akan menerima daging kurban Idul Adha tahun ini dari BRI Cabang Palu. Sebanyak 15 ekor sapi telah disiapkan dan disalurkan langsung ke area lapas pada Senin lalu.
Uniknya, 15 ekor sapi tersebut tidak dibeli dari pasar hewan biasa. Hewan kurban itu berasal dari peternak binaan yang tergabung dalam program kemitraan BRI.
Program ini dirancang untuk mendorong perputaran ekonomi di sektor peternakan lokal. Selama ini, para peternak binaan mendapatkan pendampingan dan akses permodalan dari BRI agar usaha mereka naik kelas.
Proses penyaluran dilakukan bertahap. Hewan kurban terlebih dahulu diperiksa kesehatannya oleh tim dokter hewan untuk memastikan layak konsumsi.
Setelah itu, sapi-sapi tersebut dikirim ke Lapas Palu untuk disembelih pada hari raya. Dagingnya kemudian didistribusikan kepada warga binaan dan masyarakat kurang mampu di sekitar lapas.
Kepala BRI Cabang Palu menyebut bahwa pemilihan Lapas sebagai lokasi penyaluran bukan tanpa alasan. "Kami ingin Idul Adha tahun ini terasa di tempat yang paling membutuhkan, sekaligus memberdayakan mitra binaan kami," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/6/2025).
Keterlibatan peternak binaan dalam rantai pasok kurban menjadi suntikan modal nyata. Para peternak mendapat kepastian pasar untuk hewan ternaknya, bukan sekadar menjual di pasar tradisional dengan harga fluktuatif.
BRI mencatat, dari setiap ekor sapi yang terjual, peternak binaan bisa mendapatkan margin keuntungan yang lebih stabil. Ini menjadi insentif agar mereka terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
Ke depan, BRI Palu berencana memperluas skema serupa ke panti asuhan dan pesantren di wilayah Sulawesi Tengah. Pola kemitraan dengan peternak lokal akan terus diperkuat agar dampak ekonomi kurban tidak hanya dirasakan sesaat.
Penyaluran hewan kurban di Lapas Palu ini menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan keagamaan bisa dirangkai dengan program pemberdayaan ekonomi. Dari 15 ekor sapi, setidaknya puluhan peternak binaan dan ratusan penerima daging kurban merasakan manfaatnya secara langsung.