PALU — SMKN 1 Palu tengah menghadapi ancaman krisis tenaga pengajar produktif. Gelombang pensiun yang akan terjadi dalam waktu dekat disebut-sebut bisa mengganggu kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah kejuruan tersebut.
Puluhan guru yang mengajar mata pelajaran produktif—bidang keahlian spesifik yang menjadi ciri khas SMK—dipastikan akan habis masa tugasnya. Jika tidak segera diantisipasi, kekosongan ini bisa berdampak langsung pada kualitas lulusan.
Berbeda dengan guru mata pelajaran umum, guru produktif di SMK harus memiliki kompetensi teknis dan pengalaman industri yang spesifik. Perekrutan pengganti tidak bisa dilakukan secara instan karena kualifikasinya yang ketat.
Kepala sekolah maupun pihak dinas pendidikan setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah pasti guru yang akan pensiun. Namun, sumber di lingkungan sekolah menyebut angkanya mencapai puluhan orang dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Untuk mengisi kekosongan yang bakal terjadi, pemerintah daerah menggantungkan harapan pada program Beasiswa Berani Cerdas. Skema ini dirancang untuk mencetak calon guru produktif baru yang siap pakai.
Program tersebut diharapkan bisa menjadi katalis regenerasi, terutama bagi SMK-SMK negeri di Palu yang selama ini bergantung pada guru senior. Beasiswa ini tidak hanya menutup biaya pendidikan, tetapi juga menjamin penempatan kerja setelah lulus.
Pemerintah daerah dan pihak sekolah saat ini masih menyusun peta kebutuhan guru produktif berdasarkan bidang keahlian yang paling terdampak. Proses seleksi penerima beasiswa pun ditargetkan berjalan dalam waktu dekat.
SMKN 1 Palu sendiri merupakan salah satu SMK negeri tertua dan terbesar di Kota Palu. Jika regenerasi guru produktif gagal, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satu sekolah, tetapi juga terhadap daya saing tenaga kerja lulusan SMK di Sulawesi Tengah.