SULAWESI TENGAH — Manchester United dikenal sebagai pabrik legenda. Dari Bobby Charlton hingga Ryan Giggs, dari Wayne Rooney ke Cristiano Ronaldo — nama-nama itu abadi. Tapi di balik gemerlap trofi dan sorotan publik, ada pemain yang hanya numpang lewat. Beberapa bahkan cuma muncul lima menit lalu menghilang dari radar.
Nama Danny Pugh mungkin asing di telinga penggemar MU generasi baru. Gelandang serbaguna ini hanya tampil lima menit sebagai pemain pengganti saat melawan Tottenham pada September 2002. Ia masuk menggantikan Ryan Giggs. Itu saja. Satu-satunya penampilannya di tim utama Setan Merah.
Pugh kemudian menjadi bagian dari kesepakatan transfer yang membawa Alan Smith dari Leeds United ke Old Trafford. Kariernya berlanjut ke divisi dua Inggris sebelum akhirnya kembali ke Premier League bersama Stoke City. Bersama The Potters, ia membantu promosi pada 2008 dan bertahan empat musim di kasta tertinggi. Kini di usia 39 tahun, Pugh mengakhiri karier di klub amatir Hanley Town.
Berbeda dengan Pugh, Ronny Johnsen punya peran besar di momen paling bersejarah MU: treble winner 1999. Bek asal Norwegia ini menghabiskan enam musim di Old Trafford dan mencatat 150 penampilan dengan sembilan gol. Ia meraih berbagai trofi, termasuk Liga Champions dan tiga gelar Premier League.
Namun, Johnsen kerap disebut sebagai pemain yang paling tidak diperhatikan Sir Alex Ferguson. Setelah hengkang ke Aston Villa pada 2002, ia sempat membela Newcastle United setahun sebelum pulang ke kampung halaman dan menutup karier di Vlerenga. Reputasinya sebagai pahlawan treble tetap utuh, meski namanya jarang masuk dalam diskusi legenda MU.
Dua nama ini mengingatkan bahwa di klub sebesar Manchester United, tidak semua pemain mendapatkan sorotan yang sama. Ada yang hanya singgah lima menit, ada yang ikut meraih treble tapi tetap terlupakan. Tapi setiap dari mereka punya cerita yang layak diingat.