SULAWESI TENGAH — Bocoran terbaru dari leaker kenamaan Ice Universe mengungkapkan bahwa Samsung tengah mempersiapkan perubahan strategi penamaan untuk lini ponsel lipatnya pada 2025. Alih-alih menyematkan label "Ultra" pada perangkat dengan bentangan layar lebih lebar yang dirancang untuk bersaing dengan iPhone Ultra, Samsung justru memberikan predikat tersebut pada Galaxy Z Fold 8 standar.
Selama ini, rumor menyebut Samsung akan merilis Galaxy Z Fold 8 dalam dua varian: model standar dan model "Wide" dengan rasio layar lebih lebar — sebuah format yang sempat populer lewat Oppo Find N dan Google Pixel Fold generasi pertama. Banyak pihak menduga varian lebar inilah yang akan menyandang nama "Ultra" untuk menyaingi iPhone lipat pertama Apple.
Namun, logika itu terbantahkan ketika melihat perbandingan spesifikasi. Menurut bocoran yang beredar, Galaxy Z Fold 8 versi standar dibekali tiga kamera dan baterai 5.000 mAh. Sementara itu, varian "Wide" hanya memiliki dua kamera dengan baterai 4.800 mAh. Menyebut perangkat dengan konfigurasi lebih rendah sebagai "Ultra" tentu akan membingungkan konsumen.
Dari sisi pemasaran, keputusan Samsung masuk akal. Memberi label "Ultra" pada varian yang secara objektif memiliki spesifikasi lebih rendah — lebih sedikit kamera dan baterai lebih kecil — berpotensi mengecewakan pembeli yang berekspektasi tinggi pada lini Ultra. Sebaliknya, menyematkannya pada model standar yang lebih bertenaga terdengar lebih logis.
Di sisi lain, langkah ini menimbulkan pertanyaan baru. Jika Galaxy Z Fold 8 standar disebut "Ultra", lalu apa yang membedakannya secara substansial dari Galaxy S26 Ultra? Tanpa peningkatan hardware yang signifikan — misalnya di sektor kamera atau kapasitas baterai — label "Ultra" di ponsel lipat terasa kurang greget dibandingkan saudaranya yang berbentuk candybar.
Pertanyaan selanjutnya: apa yang akan terjadi pada Galaxy Z Fold 8 versi lebar? Ice Universe tidak menyebutkan nama spesifik untuk varian ini, tetapi spekulasi awal menyebut perangkat ini akan tetap menggunakan nama "Galaxy Z Fold 8 Wide" — nama yang dianggap sebagian kalangan kurang elegan.
Yang jelas, format layar lebar ini diyakini akan menjadi andalan Samsung untuk bersaing dengan Apple. iPhone lipat pertama dikabarkan bakal menggunakan rasio serupa dengan Pixel Fold — lebih lebar dari Galaxy Z Fold saat ini — dan Samsung tidak ingin ketinggalan.
Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Samsung sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai jajaran Galaxy Z Fold 8. Biasanya, bocoran spesifikasi dan nama resmi baru akan keluar mendekati jadwal peluncuran yang diperkirakan pada kuartal ketiga 2025.
Namun, satu hal yang pasti: jika Samsung benar-benar memisahkan branding "Ultra" dari varian layar lebar, konsumen harus lebih jeli membaca spesifikasi sebelum memutuskan membeli. Jangan sampai terjebak pada nama yang terdengar premium tetapi tidak dibekali fitur setara.