PALU — Anggota DPRD Sulawesi Tengah, Haekal Ishak, menyoroti kondisi infrastruktur dan persoalan banjir di Kecamatan Palu Barat. Ia meminta Pemerintah Kota Palu untuk menggeser prioritas anggaran, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak.
Haekal menyebutkan bahwa genangan air dan buruknya drainase di Palu Barat bukanlah persoalan baru. Menurutnya, persoalan ini berulang setiap musim hujan tanpa ada solusi infrastruktur yang tuntas dari pemkot.
"Ini persoalan klasik yang terus terjadi. Masyarakat butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji," ujar Haekal dalam keterangannya, Senin lalu.
Politikus asal Palu itu menekankan bahwa dalam kondisi keterbatasan fiskal daerah, Pemkot Palu harus jeli memilah anggaran. Proyek fisik yang tidak mendesak, menurutnya, bisa ditunda demi mengalokasikan dana untuk perbaikan drainase, normalisasi sungai, dan bantuan bagi warga terdampak banjir.
"Prioritaskan anggaran untuk hal yang langsung dirasakan masyarakat, seperti perbaikan saluran air dan bantuan bagi korban banjir," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Palu terkait desakan Haekal Ishak. Namun, ia berharap pemkot segera menyusun ulang rencana kerja dan anggaran agar persoalan di Palu Barat bisa segera tertangani.
Haekal juga mengingatkan bahwa musim hujan diperkirakan masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Tanpa langkah antisipasi yang terukur, risiko banjir susulan di Palu Barat dinilai masih tinggi.