TOJO UNA-UNA — Bantuan tersebut merupakan tahap awal dari program Pemkab Touna untuk mendongkrak produktivitas sektor perkebunan kelapa. Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu menyebutkan, selain bibit, setiap hektare lahan juga mendapat pupuk sebanyak 330 kilogram dan biaya tanam Rp35 ribu per lubang.
"Ini bentuk perhatian kepada para petani, khususnya dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan yang menjadi salah satu potensi daerah," kata Ilham di Touna, Sabtu.
Rincian paket bantuan untuk setiap hektare lahan petani di Kecamatan Una-Una meliputi tiga komponen utama. Pertama, 110 pohon bibit kelapa dalam. Kedua, 330 kilogram pupuk. Ketiga, bantuan biaya tanam sebesar Rp35 ribu per lubang tanam.
Pemerintah daerah menargetkan penyaluran bantuan untuk wilayah lainnya akan dilakukan pada tahap berikutnya. Hal ini menandakan program tidak berhenti di Kecamatan Una-Una saja.
Bupati Ilham menekankan bahwa kelapa merupakan tanaman dengan nilai ekonomi jangka panjang. Ia berharap para petani dapat merawat dan menjaga bibit yang diberikan agar hasilnya bisa dirasakan manfaatnya di masa mendatang.
"Ke depan masyarakat bisa memanfaatkan bantuan ini dengan baik. Kelapa merupakan salah satu tanaman yang punya nilai ekonomi jangka panjang dan bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat," ujarnya.
Menurut Ilham, keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Tanpa sinergi tersebut, program di sektor perkebunan dan pertanian sulit memberikan hasil maksimal.
"Memang perlu adanya kerja sama antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan kelompok tani sehingga seluruh program pada sektor perkebunan dan pertanian dapat memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat," kata dia.
Bantuan tahap awal ini menyasar delapan Gapoktan yang tersebar di Kecamatan Una-Una. Pemkab Touna belum merinci jadwal pasti penyaluran untuk tahap berikutnya.