Tokoh Adat Kaili Sambut Kapolda Sulteng Brigjen Pol Nasri, Prosesi Serah Terima Penuh Nuansa Budaya

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 15:11:36 WIB
Brigjen Pol Nasri disambut dengan prosesi adat Kaili saat serah terima jabatan Kapolda Sulteng.

PALU — Suasana berbeda terasa di lingkungan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, Rabu (20/5/2026). Bukan sekadar serah terima jabatan biasa, prosesi pergantian Kapolda dari Irjen Pol (Purn) Endi Sutendi kepada Brigjen Pol Nasri diwarnai penyambutan adat khas Tanah Kaili. Para tokoh adat dan masyarakat setempat turut hadir memberikan penghormatan kepada pemimpin baru dan pendahulunya.

Brigjen Pol Nasri bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sulteng, Ny. Lina Nasri, disambut dengan ritual adat sesaat setelah tiba di lokasi. Kehadiran mereka disaksikan langsung oleh Wakapolda Sulteng Dr. H. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K., M.H., beserta jajaran pejabat utama Polda Sulteng dan sejumlah tokoh masyarakat.

Pataka Bukan Sekadar Simbol Seremonial

Dalam sambutan perdananya, Brigjen Pol Nasri menegaskan bahwa Pataka “Wira Dharma Brata” yang diterimanya bukanlah sekadar atribut institusi. Ia menyebutnya sebagai pedoman moral yang mengikat seluruh personel.

“Di dalamnya terkandung nilai keberanian, pengabdian pada kebenaran, dan persaudaraan sejati. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman moral dan etika dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya di hadapan para tamu undangan.

Ia juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Irjen Pol (Purn) Endi Sutendi yang telah memimpin Polda Sulteng selama enam bulan terakhir. Menurut Nasri, berbagai capaian positif yang telah dirintis akan ia lanjutkan dan kembangkan.

“Saya bertekad melanjutkan, memperkuat, dan mengembangkan berbagai capaian yang telah dirintis para pendahulu dengan semangat profesionalisme dan pelayanan yang tulus,” tegasnya.

Amanat Perpisahan Endi Sutendi: Enam Bulan Penuh Tantangan

Di sisi lain, Irjen Pol (Purn) Endi Sutendi menyampaikan rasa bangganya pernah mengemban tugas di Sulawesi Tengah. Ia mengakui bahwa masa kepemimpinannya yang relatif singkat—enam bulan—tidaklah mudah, namun dapat dilalui berkat kerja sama semua pihak.

“Berbagai tantangan dan keterbatasan selama enam bulan masa pengabdian dapat dilalui dengan baik berkat kerja sama seluruh personel,” tutur Endi Sutendi dalam amanat perpisahannya.

Ia merinci sejumlah keberhasilan yang dicapai selama masa jabatannya, mulai dari menjaga kondusivitas keamanan, penegakan hukum, pelaksanaan operasi kepolisian, penanganan bencana, hingga dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Semua itu, menurutnya, adalah hasil kerja keras kolektif jajaran Polda Sulteng.

Di akhir pidatonya, Endi Sutendi bersama keluarga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama memimpin. Ia pun mengajak seluruh personel untuk memberikan dukungan penuh kepada Kapolda baru, Brigjen Pol Nasri.

“Semoga masa purna tugas menjadi babak pengabdian yang penuh kebahagiaan bersama keluarga serta senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan,” ungkap Brigjen Pol Nasri mendoakan pendahulunya.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: gnews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top