Review LG UltraGear 52G930B: Monitor Gaming 52 Inci 5K 240 Hz dengan Harga Rp 28 Juta

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Senin, 18 Mei 2026 | 19:29:33 WIB
LG UltraGear 52G930B hadir dengan layar 52 inci beresolusi 5K2K dan refresh rate 240 Hz.

SULAWESI TENGAH — LG baru saja merilis monitor gaming yang tidak main-main ukuran dan spesifikasinya. UltraGear 52G930B adalah panel 52 inci dengan resolusi 5K2K (5120 x 2160) yang masuk kategori super-ultrawide (21:9). Tom's Hardware memberikan verdict bahwa monitor ini mahal untuk dibeli dan mahal untuk dijalankan, tetapi memberikan pengalaman gaming yang tidak ada duanya jika pengguna memiliki dana dan hardware yang memadai.

Spesifikasi Utama LG UltraGear 52G930B

  • Layar: 52 inci, rasio 21:9, kelengkungan 1000R, panel VA
  • Resolusi: 5120 x 2160 (5K2K), kerapatan piksel 108 ppi (setara monitor QHD 27 inci)
  • Refresh rate: 240 Hz dengan Adaptive-Sync (FreeSync/G-Sync Compatible)
  • Konektivitas: DisplayPort 2.1, HDMI 2.1, USB-C, USB hub
  • Kecerahan: 450 nits SDR, 625 nits HDR (VESA DisplayHDR 600)
  • Warna: 94,4% DCI-P3, akurasi warna pro-level dari pabrik
  • Kontras: hingga 16.000:1 berkat fitur dimming lokal
  • Audio: Speaker internal + DTS Headphone:X untuk surround virtual
  • Harga: USD 1.700 (sekitar Rp 28 juta)

Hal yang Disukai: Warna Akurat, Audio Bawaan Solid

Tom's Hardware mencatat bahwa monitor ini sangat colorful, terang, dan tajam berkat resolusi 5K2K. Akurasi warna dari pabrik sudah setara level profesional dengan cakupan DCI-P3 mencapai 94,4%. Bagi pengguna yang suka simulasi balap atau penerbangan, layar 52 inci dengan lengkungan 1000R menghilangkan sekat antar layar yang biasa ditemui pada setup multi-monitor.

Kejutan lainnya ada pada kualitas audio. Speaker internal monitor ini terdengar baik, dan fitur DTS Headphone:X menciptakan efek surround di dalam kepala pengguna saat memakai headphone. LG juga menyertakan aplikasi LG Switch untuk navigasi OSD dari desktop Windows dan LG Calibration Studio untuk kalibrasi warna custom.

Hal yang Kurang: Tanpa Remote, Tanpa Backlight Strobe

Di harga Rp 28 juta, tidak adanya remote control terasa cukup mengganjal. Navigasi OSD hanya bisa dilakukan melalui joystick di monitor atau aplikasi desktop. Tom's Hardware juga menyoroti ketiadaan fitur backlight strobe (ULMB) yang biasanya diincar gamer kompetitif untuk mengurangi motion blur.

Persyaratan hardware juga menjadi catatan penting. Menjalankan 11 juta piksel pada 240 Hz membutuhkan kartu grafis setidaknya kelas RTX 4090 atau Radeon RX 7900 XTX. Tanpa GPU tersebut, monitor ini tidak bisa dimaksimalkan potensinya.

Performa Nyata: Kecerahan, Kontras, dan Input Lag

Dalam pengujian Tom's Hardware, kecerahan mencapai 450 nits untuk konten SDR dan 625 nits untuk HDR. Kontras dinamis mencapai 16.000:1 berkat fitur dimming pada panel VA. Video processing dinilai top-shelf dengan gerakan halus dan input lag rendah, cocok untuk game kompetitif maupun sinematik.

Bodi monitor ini juga premium dengan build quality kokoh. Stand besar dan berat membuat layar stabil di meja, meski ukurannya hampir 4 kaki (sekitar 1,2 meter) lebar. Pemasangan mudah berkat sistem snap-on dan dukungan VESA 100 mm untuk arm atau bracket aftermarket.

Kesimpulan: Layak Beli untuk Siapa?

LG UltraGear 52G930B jelas bukan untuk semua orang. Monitor ini dirancang khusus untuk pengguna yang menginginkan pengalaman imersif maksimal dalam simulasi balap, penerbangan, atau game open-world. Jika Anda sudah memiliki kartu grafis flagship dan anggaran Rp 28 juta, monitor ini adalah pilihan paling ekstrem yang ada di pasaran saat ini.

Bagi pengguna Indonesia, ketersediaan resmi masih perlu dikonfirmasi ke LG Indonesia. Namun, jika masuk, monitor ini akan menjadi pesaing langsung kategori jumbo screen yang selama ini didominasi TV gaming 48-55 inci. Bedanya, kurva 1000R dan rasio 21:9 membuatnya lebih cocok untuk setup meja gaming dibanding TV biasa.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top