Pencarian

PLTP Bora Pulu di Sigi Mulai Produksi 40 MW pada 2033, Listrik 40.000 Rumah Tangga dan 175 Lapangan Kerja

Senin, 21 September 2026 • 14:42:01 WIB
PLTP Bora Pulu di Sigi Mulai Produksi 40 MW pada 2033, Listrik 40.000 Rumah Tangga dan 175 Lapangan Kerja
PLTP Bora Pulu di Kabupaten Sigi ditargetkan beroperasi komersial pada 2033 dengan kapasitas awal 40 megawatt.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bora Pulu di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, ditargetkan mulai beroperasi komersial pada 2033 dengan kapasitas awal 40 megawatt. Proyek strategis nasional senilai 228 juta dolar AS atau setara Rp4,06 triliun itu diproyeksikan memasok listrik 24 jam penuh untuk 40.000 rumah tangga melalui sistem kelistrikan Sulbagsel. Selain memperkuat pasokan listrik, pengembangan panas bumi di Desa Bora itu membuka 175 lapangan kerja bagi warga setempat.

SIGI — Kabupaten Sigi menyimpan potensi panas bumi di Desa Bora yang bakal digarap sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi. Total investasi pembangunan PLTP Bora Pulu mencapai 228 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp4,06 triliun, mencakup area seluas 78.388 hektare.

Proyek ini masuk dalam daftar proyek strategis nasional dan menjadi tulang punggung Astacita Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan dan kemandirian energi. Sifatnya jangka panjang, dengan masa operasi bisa mencapai 40 tahun.

Pasokan Listrik 24 Jam untuk 40.000 Rumah Tangga

Koordinator Penyiapan Program dan Wilayah Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Pandu Ismutadi menyebut tahap awal PLTP Bora Pulu berkapasitas 40 megawatt. "Tahap awal PLTP Bora Pulu sebesar 40 megawatt mampu memasok listrik selama 24 jam penuh untuk 40.000 rumah tangga di Sulawesi Tengah umumnya melalui sistem kelistrikan Sulbagsel yang terhubung pada GI 150 kV Palu Baru," kata Pandu.

Selama ini sebagian besar pasokan listrik Sulawesi Tengah masih bergantung pada PLTA di Kabupaten Poso yang memanfaatkan aliran air Danau Poso. Kehadiran PLTP disebut bisa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mengejar target Net Zero Emission 2060.

Data Kementerian ESDM menempatkan Indonesia sebagai negara nomor dua di dunia dengan sumber daya panas bumi terbesar. Panas bumi dipilih karena rendah emisi dan stabil sebagai sumber energi beban dasar.

175 Lapangan Kerja Dibuka, Kemiskinan Sigi Turun ke 10,47 Persen

Pengembangan PLTP Bora Pulu membuka peluang kerja bagi 175 orang dari masyarakat setempat. Lapangan pekerjaan itu baru untuk satu lokasi pengembangan di Desa Bora, sementara dua wilayah lain yakni Desa Pulu dan Desa Kadidia masih menyimpan cadangan panas bumi hingga total 123 megawatt.

Angka kemiskinan Kabupaten Sigi tercatat turun menjadi 10,47 persen atau 28.604 jiwa pada 2025. Sebelumnya, warga miskin di daerah itu berjumlah 31.470 jiwa atau setara 12,83 persen.

Kontribusi penerimaan negara bukan pajak dan bonus produksi dari proyek ini diproyeksikan mencapai Rp3,7 miliar setiap tahun begitu mulai beroperasi. "PLTP juga berperan secara langsung dalam pembukaan lapangan pekerjaan, peningkatan kesejahteraan melalui program pemberdayaan masyarakat serta berkontribusi pada penerimaan daerah melalui dana bagi hasil (DBH) serta bonus produksi panas bumi," ujar Pandu.

Jadwal Pengeboran dan Target Pendapatan Daerah 2027

Pekerjaan lahan ditargetkan rampung pada triwulan I 2027, dilanjutkan perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan serta tapak sumur. Seluruh kegiatan pengeboran di wilayah Bora mulai dilaksanakan pada triwulan III 2027.

Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi menjelaskan pendapatan daerah kabupaten itu diproyeksikan mencapai Rp1,147 triliun pada 2027. Rinciannya, pendapatan asli daerah Rp102 miliar, pendapatan transfer Rp1,02 triliun, dan pendapatan daerah lain yang sah Rp24 miliar.

Pemerintah daerah menjamin pembangunan PLTP meningkatkan pendapatan asli daerah dan nilai investasi energi baru terbarukan. "Pemanfaatan energi panas bumi tidak hanya dapat digunakan untuk pembangkit listrik tetapi bisa dilakukan pemanfaatan langsung menjadi wisata, agribisnis, industri green hydrogen hingga mineral extraction," sebut Samuel.

Dukungan yang diberikan Pemkab Sigi berupa kemudahan perizinan, fasilitasi, dan pendampingan untuk percepatan penyelesaian lahan. Proyek panas bumi ini juga dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah terpencil melalui penyediaan infrastruktur baru dan program pemberdayaan masyarakat dari perusahaan setempat.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks