Pencarian

KTO Pertemukan 26 Pelaku Wisata Korea dengan 85 Agen Travel Indonesia

Sabtu, 19 September 2026 • 14:34:31 WIB
KTO Pertemukan 26 Pelaku Wisata Korea dengan 85 Agen Travel Indonesia

SULAWESI TENGAH — Korea Tourism Organization Jakarta mempertemukan 26 pelaku industri pariwisata Korea dengan 85 agen perjalanan Indonesia dalam Korea TravelMart 2026 di Raffles Jakarta, 18-20 September. Forum business-to-business ini membuka peluang kerja sama pengembangan paket wisata Korea bagi traveler Indonesia. Pertemuan berlangsung saat kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea terus menanjak.

Direktur KTO Jakarta Kim Jisun menyebut pertemuan tatap muka ini sebagai jembatan antara pelaku industri Korea dan agensi perjalanan Indonesia.

"Korea TravelMart 2026 menjadi kesempatan bagi industri pariwisata Korea dan agensi perjalanan Indonesia untuk bertemu secara langsung. Kami berharap pertemuan ini dapat membuka peluang kerja sama baru sekaligus memberikan lebih banyak pilihan produk perjalanan bagi wisatawan Indonesia," ujar Kim Jisun dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Siapa Saja yang Terlibat

Dua puluh enam pelaku industri pariwisata Korea hadir mewakili beragam sektor. Ada agen perjalanan, kelompok pertunjukan, perhotelan, perusahaan rintisan, hingga organisasi pariwisata daerah.

Keragaman peserta itu sejalan dengan pengenalan berbagai tema wisata Korea sepanjang 2026. Mulai dari Hallyu, pariwisata ramah Muslim, wisata medis dan kebugaran, wisata edukasi, sampai wisata MICE.

Dari sisi Indonesia, 85 agen perjalanan mengikuti rangkaian pertemuan. Mereka membahas produk perjalanan, destinasi, serta pengalaman wisata Korea yang berpotensi dikembangkan menjadi paket wisata.

Momentum Kunjungan Wisatawan Indonesia

Pertemuan ini berlangsung di tengah peningkatan kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea. Sepanjang 2025, tercatat 365.596 kunjungan wisatawan Indonesia ke negara tersebut.

Angka itu menempatkan Indonesia sebagai pasar wisatawan terbesar keempat di kawasan ASEAN. Pada periode Januari hingga Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea mencapai 259.491 orang.

Posisi Indonesia naik menjadi pasar wisatawan terbesar ketiga di ASEAN pada periode tersebut. Sejalan dengan tren itu, KTO menargetkan 425.000 kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea sepanjang 2026.

Paket Wisata yang Diharapkan Lebih Beragam

KTO Jakarta memperluas akses agen perjalanan Indonesia terhadap produk dan pengalaman wisata Korea melalui pertemuan dengan pelaku industri negara tersebut. Agen perjalanan diharapkan memperoleh informasi produk sekaligus menjajaki kerja sama untuk mengembangkan paket perjalanan yang lebih beragam.

Kim Jisun berharap variasi produk yang diperkenalkan mendorong travel agent menyusun itinerary lebih bervariasi.

"Kami berharap semakin beragamnya produk yang diperkenalkan dapat membantu travel agent mengembangkan itinerary yang lebih bervariasi, tidak hanya dengan mengandalkan destinasi populer, tetapi juga pengalaman budaya, K-content, wellness, edukasi, hingga perjalanan bisnis dan incentive," kata Kim Jisun.

Gala Night dan Jejaring Bisnis

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Gala Night yang menjadi ajang jejaring bagi pelaku industri pariwisata Korea dan Indonesia. Acara tersebut juga diisi dengan pertunjukan seni dan musik.

Melalui Korea TravelMart 2026, KTO Jakarta berupaya memperkuat hubungan bisnis antara industri pariwisata kedua negara. Sekaligus membuka peluang pengembangan produk wisata Korea di pasar Indonesia.

Bagi traveler Indonesia yang sedang merencanakan liburan ke Korea, forum semacam ini berdampak pada pilihan paket yang tersedia di agen perjalanan. Informasi soal paket, jadwal, dan harga terbaru dapat dikonfirmasi langsung ke agen perjalanan atau kanal resmi KTO Jakarta.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks