SULAWESI TENGAH — Program pelatihan AI Microsoft Elevate telah membekali lebih dari 2,4 juta talenta Indonesia dengan keterampilan kecerdasan artifisial dan menyalurkan 1,5 juta kredensial selama dua tahun berjalan. Inisiatif ini menjangkau guru madrasah di 38 provinsi, penyandang disabilitas, hingga aparatur sipil negara melalui kolaborasi lintas sektor. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar utama Microsoft dalam pengembangan kesiapan AI di Asia Tenggara.
Dampak pelatihan menyebar lebih luas lagi. Sebanyak 2,5 juta orang merasakan manfaat turunan lewat transfer pengetahuan yang dilakukan alumni kepada komunitas sekitar mereka.
Guru Madrasah hingga ASN Jadi Sasaran Program
Managing Director Microsoft Indonesia, Gunawan Susanto, menegaskan bahwa kesiapan adopsi AI hanya bermakna jika aksesnya terdistribusi merata. Program ini menyasar kelompok yang selama ini terpinggirkan dari pelatihan teknologi.
"Selain bangga karena mampu membekali 2,4 juta talenta, kami juga bersyukur karena di dalamnya termasuk guru madrasah di 38 provinsi, teman-teman disabilitas, hingga aparatur sipil negara di berbagai daerah. Bagi Microsoft, kesiapan AI hanya akan bermakna jika aksesnya merata," ujar Gunawan dalam keterangan resmi yang diterima media.
Data Microsoft Work Trend Index 2026 memperkuat urgensi program ini. Sebanyak 33% pekerja Indonesia tercatat sebagai Frontier Professionals, sementara 72% pengguna AI di Tanah Air mengaku mampu menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya tidak bisa mereka kerjakan.
Pesantren dan Komunitas Jadi Basis Pelatihan
Microsoft Elevate mendistribusikan programnya lewat tiga pilar utama. Pilar pendidikan menyasar pesantren dan madrasah melalui kemitraan dengan sejumlah organisasi.
NUCare Global by LAZISNU melatih hampir 59 ribu pendidik madrasah dan pesantren lewat program AI Teaching Power. Pelatihan itu berdampak pada 2,3 juta santri di berbagai wilayah.
Inisiatif serupa datang dari Fokus Target melalui AILeap Nusantara dengan 112 ribu peserta, Alkademi lewat LEAPS yang menjangkau 85 ribu guru, serta Biji-biji Initiative dengan AI For Educators yang melatih lebih dari 200 ribu pendidik.
Talenta IT dan Peserta Inklusif Ikut Terjangkau
Pilar pemberdayaan komunitas menyasar talenta digital dan kelompok inklusif. GreatNusa by BINUS University melalui AI Career Boost membekali 50 ribu peserta dan mencetak 1.200 pemegang sertifikasi Azure AI Fundamentals (AI-900).
Dicoding sebagai Microsoft Elevate Training Center menjangkau 45 ribu talenta IT. Alunjiva Indonesia lewat program EQUAL melatih 112 ribu peserta inklusif, termasuk lebih dari 8.600 penyandang disabilitas.
ASN dan Tata Kelola AI Jadi Fokus Layanan Publik
Sektor publik mendapat perhatian khusus. Program GARUDA AI bersama BINAR dan 30 lembaga pemerintah melatih 145 ribu ASN untuk mempercepat layanan publik berbasis AI.
Di ranah kebijakan, AMANA Solutions bersama Kementerian Ekonomi Kreatif melibatkan 10 kementerian dan lembaga untuk merumuskan tata kelola AI di industri kreatif.
Alumni Ciptakan Solusi Nyata di Daerah
Keterampilan yang diperoleh alumni melahirkan solusi aplikatif di tingkat lokal. Muhammad Yusuf Fadhel Marwiji dari Makassar memanfaatkan machine learning untuk memetakan dan memitigasi risiko banjir di wilayahnya.
Emejleano Rusmin Nggepo dari Kabupaten Tangerang mengintegrasikan teknologi cloud dan AI untuk menciptakan aplikasi deteksi objek bagi penyandang tunanetra.
Syaravina Lubis dan Janu Dwi Kristianto menggunakan Microsoft Copilot untuk memetakan kesenjangan regulasi daerah serta menyederhanakan analisis risiko teknis di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Microsoft menyatakan komitmennya untuk terus memperluas akses pelatihan AI berbasis kesetaraan. Tujuannya memastikan seluruh lapisan masyarakat siap memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.