SULAWESI TENGAH — Wietrzyk merupakan pemegang rekor dunia yang diundang khusus ke Beijing dalam pagelaran Hyrox China. Ia menjalani rangkaian latihan intensitas tinggi menggunakan alat yang dipakai bersama peserta lain ketika kotoran terlihat mengalir di kakinya.
Alih-alih berhenti, ia memilih melanjutkan lomba sampai garis akhir. Momen itulah yang kemudian tersebar luas di media sosial dan memicu perdebatan soal protokol kebersihan di ajang kompetisi kebugaran massal.
Pendiri Hyrox Akui Kelalaian Saat Lomba Berlangsung
Pendiri Hyrox, Moritz Furste, angkat bicara lewat unggahan di Instagram. Ia mengakui pihaknya gagal merespons cepat ketika insiden terjadi di arena.
"Hyrox melakukan kesalahan karena tidak segera bereaksi saat perlombaan berlangsung. Pada akhirnya, tugas sayalah untuk mengantisipasi potensi insiden semacam ini, dan saya tidak melakukan itu," ujar Furste, dikutip dari Guardian.
Furste memastikan aturan dan prosedur baru sudah diberlakukan setelah peristiwa di Beijing. Langkah itu diambil untuk mencegah situasi serupa terulang di gelaran Hyrox berikutnya.
Peralatan Terkontaminasi Disinfeksi, Karpet Diganti dalam Semalam
Hyrox China selaku penyelenggara merilis pernyataan resmi soal penanganan pasca-insiden. Area dan lintasan yang terdampak langsung ditutup serta diisolasi begitu kejadian diketahui.
"Setelah insiden tersebut, panitia penyelenggara segera menutup dan mengisolasi area serta lintasan yang terdampak, lalu menyelesaikan proses disinfeksi secara menyeluruh," ungkap penyelenggara Hyrox China.
Seluruh perlengkapan yang terkontaminasi disingkirkan dari arena. Karpet lokasi diganti dalam semalam agar perlombaan bisa dilanjutkan keesokan harinya.
Aturan Soal Kotoran Manusia Belum Ada Sebelum Insiden Ini
Hyrox World menyatakan memiliki prosedur medis untuk penanganan kontaminasi biologis. Namun protokol dalam partisipasi massal dinilai menimbulkan ambiguitas saat diterapkan di lapangan.
Sebelum insiden di China, sanksi Hyrox lebih banyak ditujukan untuk pelanggaran ringan. Peserta yang membuang sampah sembarangan di lintasan, meludah, atau membuang ingus ke lantai bisa dikenai hukuman.
Tidak ada satu pun peraturan yang secara khusus mengatur protokol soal kotoran manusia. Kekosongan aturan inilah yang membuat penanganan insiden Wietrzyk lambat dan menuai kritik.
Hyrox: dari Jerman 2017 hingga Masuk China Akhir 2024
Hyrox adalah kompetisi kebugaran yang pertama kali diluncurkan di Jerman pada 2017. Formatnya menggabungkan lari 1 kilometer secara bergantian dengan latihan kekuatan di tiap pos.
Peserta harus melewati sejumlah stasiun kerja, mulai dari rowing machine, sled pushes, burpee jumps, lempar bola beban, hingga lunge sambil membawa sandbag. Kombinasi itu membuat Hyrox cepat populer di banyak negara.
Di China, Hyrox baru mulai dipertandingkan pada akhir 2024. Kejadian di Beijing menjadi ujian pertama bagi penyelenggara lokal dalam menangani situasi darurat di arena yang belum diatur secara rinci.