Pencarian

Amman Mineral Pacu Produksi Batu Hijau Fase 8, Andalkan AI hingga 3DPM demi Efisiensi dan Keselamatan Tambang

Senin, 17 Agustus 2026 • 11:41:01 WIB
Amman Mineral Pacu Produksi Batu Hijau Fase 8, Andalkan AI hingga 3DPM demi Efisiensi dan Keselamatan Tambang
Pemindai laser 3D memantau material di atas conveyor untuk mencegah kerusakan pada pabrik pengolahan Batu Hijau.

SULAWESI TENGAH — Memasuki tahun 2026, Amman menghadapi tantangan besar di area penambangan. Perpindahan ke Fase 8 Batu Hijau berarti volume batuan penutup yang harus dipindahkan jauh lebih besar. Ditambah lagi, bijih yang ditambang kini berkadar rendah hingga menengah, sehingga operasional harus berjalan tanpa tersendat.

Untuk memandu pergerakan ratusan truk tambang raksasa di dalam pit, perusahaan mengandalkan Fleet Management System (FMS). Sistem ini terhubung dengan sensor Internet of Things (IoT) dan algoritma AI yang mengirim data telemetri secara langsung ke pusat kendali.

Algoritma prediktif bekerja menganalisis suhu mesin, getaran, dan tingkat keausan suku cadang. Dengan begitu, perawatan bisa dilakukan sebelum terjadi kerusakan mekanis yang memakan biaya besar. Efeknya berlipat: umur pakai armada lebih panjang dan konsumsi bahan bakar fosil bisa ditekan.

Kamera Pintar di Kabin untuk Cegah Kecelakaan

Kecanggihan teknologi di hulu tidak melupakan faktor manusia. Di dalam kabin operator, kamera pintar berbasis AI dipasang untuk memantau indikator kelelahan dan micro sleep. Jika mata operator terpejam melewati batas toleransi atau menunjukkan gestur kelelahan ekstrem, alarm keras langsung berbunyi di kabin dan sinyal bahaya dikirim ke ruang dispatch.

Vice President Corporate Communications Amman, Kartika Octaviana, menegaskan bahwa teknologi ini bukan sekadar mengikuti tren industri. "AI tidak ditempatkan sebagai teknologi yang mengikuti tren tetapi diarahkan membantu manusia bekerja lebih cepat, cerdas, dan aman di seluruh rantai operasi," ungkapnya dalam publikasi resmi Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI).

Pengalaman mengelola Fase 8 dengan sistem cerdas ini menjadi batu pijakan untuk pengembangan Blok Elang di Sumbawa. Proyek tersebut menyimpan potensi cadangan bijih mencapai 2.526 juta ton, hampir empat kali lipat dari sisa cadangan Batu Hijau yang sebesar 696 juta ton. Produksi Blok Elang dijadwalkan berjalan pada 2031 hingga 2046.

Dengan pendekatan Brownfield Development, Proyek Elang akan memanfaatkan infrastruktur eksisting seperti sirkuit penggilingan, pelabuhan, dan jaringan logistik milik Batu Hijau. Strategi ini secara drastis menekan kebutuhan pembukaan lahan baru dan menghemat biaya investasi.

Laser 3D di Atas Conveyor, Menjaga Pabrik dari Bahaya

Setelah bijih diekstraksi dari pit, tantangan berpindah ke pabrik pengolahan. Setiap harinya, lebih dari 100.000 ton batuan bijih mengalir di atas conveyor menuju mesin penggiling raksasa Semi-Autogenous Grinding (SAG) Mill. Di tengah aliran deras itu, material penyusup seperti bongkahan batu ekstrem atau potongan besi bekas tambang bisa menjadi petaka.

Jika material asing lolos ke dalam SAG Mill, kerusakan komponen utama dapat menghentikan seluruh sirkuit produksi. Menghadapi keterbatasan kamera 2D konvensional yang sering terganggu perubahan pencahayaan, tim metalurgi Amman menciptakan inovasi bernama 3D Particle Size Measurement (3DPM) berbasis laser triangulation.

Pemindai laser 3D dipasang di atas conveyor belt untuk memindai bentuk, ukuran, dan volume setiap objek secara presisi. Begitu objek berbahaya terdeteksi, sistem memberi peringatan dini sehingga operator ruang kontrol bisa menghentikan atau mengekstraksi material sebelum masuk ke mesin penggiling.

"Implementasi teknologi 3DPM menunjukkan bagaimana inovasi dapat lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Aliran material menjadi jauh lebih konsisten, yang pada akhirnya menjaga produktivitas tambang tetap berada di kurva optimal," ujar Victor dalam laporan keberhasilan inovasi operasional Amman, 2026.

Efisiensi tidak berhenti di penggilingan. Pada sirkuit flotasi, pemodelan proses berbasis AI memantau tangki secara real-time untuk mengontrol campuran agen kimia, tingkat keasaman (pH), dan laju suplai udara. Hasilnya, tingkat perolehan tembaga dan emas meningkat signifikan. Terobosan ini mengantar Amman meraih Juara 1 kategori Best Practices in Processing pada ajang internasional 4th ASEAN Mineral Awards (AMA).

Seluruh inovasi di lapangan hulu dan hilir itu dibentengi arsitektur teknologi informasi skala enterprise. Amman telah memigrasikan sistemnya dari on-premises ke SAP S/4HANA Cloud sebagai tulang punggung digital perusahaan.

Transformasi ini membuktikan bahwa masa depan pertambangan modern tidak lagi hanya soal berapa banyak mineral yang diekstraksi, tetapi seberapa cerdas dan bertanggung jawab prosesnya berjalan.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks