Indosat Luncurkan Intelligence Suite, Bawa AI Sampai ke Tarakan dan Jayapura

Penulis: Oki Setiawan  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:19:01 WIB
Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha berbicara dalam peluncuran Indosat Intelligence Suite di JW Marriott Hotel South Beach, Singapura.

SULAWESI TENGAH — Indosat Ooredoo Hutchison resmi meluncurkan Indosat Intelligence Suite, platform AI yang menyasar UMKM hingga perusahaan besar dengan pembayaran dalam rupiah. Peluncuran ini diumumkan bersamaan dengan kemitraan strategis Indosat dan F5 di JW Marriott Hotel South Beach, Singapura. Langkah ini menandai upaya Indosat mendorong adopsi AI yang merata, bukan hanya terkonsentrasi di Jakarta.

Vikram Sinha, President Director & Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan bahwa misi perusahaan adalah intelligence for all atau kecerdasan untuk semua. Ia menyebut pengusaha kecil dan UMKM harus mulai merasakan manfaat AI, bukan hanya korporasi di kota besar.

Platform ini dirancang untuk menjangkau pelaku usaha dari berbagai skala, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. Salah satu pembeda utamanya adalah skema pembayaran dalam rupiah, yang memudahkan pelaku usaha lokal mengakses layanan AI tanpa hambatan kurs valuta asing.

Mengapa AI Harus Sampai ke Daerah Terpencil

Vikram mempertanyakan mengapa adopsi AI selama ini terpusat di Jakarta. Menurutnya, manfaat teknologi ini harus dirasakan hingga ke Tarakan dan Jayapura.

"Kami ingin membawa intelligence untuk semua. Kami ingin menghadirkannya untuk usaha kecil, UMKM. Mengapa hanya untuk Jakarta? Ini harus untuk Tarakan, untuk Jayapura," ujar Vikram di sela peluncuran Indosat Intelligence Suite dan pengumuman kemitraan strategis Indosat dengan F5 di JW Marriott Hotel, South Beach, Singapura, Jumat (9/10/2026).

Ia menekankan bahwa produk yang dijual Indosat disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Pendekatan ini berbeda dari model bisnis yang sekadar mendistribusikan solusi buatan luar negeri ke pasar Indonesia.

"Apa yang berhasil di AS atau Singapura mungkin tidak berhasil di sana. Jadi, kemitraan kami bukan tentang membawa sesuatu yang telah dibuat di belahan dunia lain lalu menjualnya di sini. Kami mendengarkan kebutuhan mereka dan bersama-sama menciptakan apa yang mereka butuhkan. Itulah sebabnya saya terus menekankan konsep intelligence for all," jelasnya.

Bank dan Pertambangan Jadi Pengadopsi Tercepat

Di balik visi pemerataan tersebut, Vikram mengakui bahwa permintaan paling mendesak saat ini datang dari sektor perbankan dan keuangan. Sektor ini sudah lebih dulu mengadopsi AI dalam operasional mereka.

"Berdasarkan data dan pengalaman, kebutuhan yang paling mendesak sekarang adalah sektor perbankan dan keuangan. Mereka sudah menggunakan AI. Bersama F5, kami ingin menjadikan penerapannya terpercaya, sederhana, sehingga mereka dapat melihat manfaat nyata dari teknologi ini. Sektor pertambangan juga mulai berkembang," paparnya.

Kemitraan dengan F5 disebut bertujuan membuat penerapan AI lebih andal dan sederhana bagi perusahaan yang sudah menggunakannya. Indosat tidak berhenti pada dua sektor itu dan menyatakan akan terus memperluas jangkauan platform.

"Misi kami adalah intelligence for all. Kami akan membawanya ke tingkat berikutnya. Kami ingin memastikan bahwa teknologi ini membantu mereka melakukan pekerjaan dengan lebih baik dan meningkatkan produktivitas," tegas Vikram.

Potensi Startup dan Konsumsi AI Domestik

Indosat Intelligence Suite juga menyasar startup Indonesia yang selama ini menggunakan token dan model AI dari penyedia luar negeri. Vikram berharap platform ini dapat menarik kembali konsumsi tersebut ke dalam ekosistem domestik.

"Saya ingin menambahkan satu hal lagi mengenai pihak-pihak yang akan segera membutuhkan teknologi ini. Ada banyak startup di Indonesia yang menggunakan token dan model AI. Mereka menggunakan layanan tersebut dari luar negeri. Saya rasa salah satu tujuannya (Indosat Intelligence Suite) adalah membawa seluruh konsumsi tersebut kembali ke dalam Indonesia," cetus Vikram.

Dengan cakupan dari UMKM hingga korporasi, serta harga yang disesuaikan untuk pasar lokal, Indosat memposisikan Intelligence Suite sebagai infrastruktur AI yang dapat diakses berbagai lapisan bisnis. Ketersediaan penuh dan jadwal rollout ke tiap region belum diumumkan dalam peluncuran ini.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top