DLH Sigi Dampingi Pemerintah Desa Optimalkan Pengurangan Sampah, Andalkan 5 TPS 3R dan 5 Bank Sampah

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:38:31 WIB
Kepala DLH Kabupaten Sigi Heru Murtanto menyampaikan pendampingan pengelolaan sampah di tingkat desa di Bora.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memperkuat pendampingan ke pemerintah desa untuk mengoptimalkan pengurangan sampah melalui TPS 3R dan bank sampah. Pendampingan menyasar penguatan kelembagaan, edukasi lingkungan, hingga tata cara pengolahan sampah berbasis prinsip 3R. Timbulan sampah di Sigi tercatat 135,09 ton per hari.

SIGI — Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi Heru Murtanto menyatakan pendampingan di tingkat desa jadi kunci pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Pendampingan menyasar Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di sejumlah desa.

"Jadi, pendampingan ini meliputi penguatan kelembagaan, edukasi lingkungan, hingga tata cara pengolahan sampah yang berpedoman pada prinsip 3R," kata Heru di Bora.

Menurut Heru, pendampingan difokuskan pada dua dampak utama: lingkungan dan ekonomi. Keduanya jadi tolok ukur keberhasilan program di tiap desa.

Dua Dampak yang Jadi Fokus Pendampingan

Dari sisi lingkungan, penerapan sistem 3R dinilai mampu menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pemilahan sejak dari sumber jadi langkah awal yang didorong ke kelompok pengelola desa.

"Untuk sisi lingkungan, penerapan sistem 3R yang bisa menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," ucapnya.

Sementara dari sisi ekonomi, sampah yang telah dipilah dan diolah berpotensi memiliki nilai tambah. Hasilnya bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kelompok pengelola di masing-masing desa.

Sejalan dengan Program Pakagali Pakagaya Ngata

Heru menyebut pendampingan ini bagian dari gerakan Pemkab Sigi, Pakagali Pakagaya Ngata. Program inovasi daerah itu bertujuan membangun budaya bersih dan sehat mulai dari tingkat desa.

"Tentunya program ini sejalan dengan gerakan Pemkab Sigi, yakni Pakagali Pakagaya Ngata yang merupakan program inovasi daerah bertujuan membangun budaya bersih dan sehat dari tingkat desa," sebutnya.

Pendekatan dari desa dinilai lebih efektif karena warga terlibat langsung dalam pemilahan dan pengolahan. Kelompok pengelola di tiap desa jadi ujung tombak operasional TPS 3R dan bank sampah.

135,09 Ton Sampah per Hari, Baru Ada 5 TPS 3R

Timbulan sampah di Kabupaten Sigi mencapai 135,09 ton per hari. Angka itu menunjukkan beban pengelolaan yang harus ditangani setiap hari oleh pemerintah daerah bersama desa.

Saat ini sudah tersedia lima TPS 3R dan lima bank sampah unit di Kabupaten Sigi. Keduanya menjadi infrastruktur utama dalam penerapan prinsip 3R di tingkat desa.

Dengan pendampingan yang berjalan, DLH Sigi berharap volume sampah yang dibuang ke TPA terus berkurang. Penguatan kelembagaan di desa jadi prasyarat agar program tidak berhenti di seremonial.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top