PALU — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai pengalaman dua kali gagal menembus parlemen nasional harus menjadi bahan evaluasi menjelang Pemilu 2029. Karena itu, penguatan struktur, konsolidasi organisasi, dan perekrutan kader perlu dilakukan jauh sebelum tahapan pemilu berlangsung, bukan menunggu momentum elektoral tiba.
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyampaikan hal itu di hadapan pengurus DPD PSI Kota Palu dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Palu Golden Hotel, Rabu 16 September pekan lalu. Menurutnya, konsolidasi partai tidak boleh berhenti pada pertemuan rutin dan kegiatan seremonial semata.
“Akan ada gelombang besar menuju kemenangan PSI 2029. Karena itu, kita harus menyiapkan partai ini dari sekarang, bukan ketika pemilu sudah di depan mata,” ujar Ahmad Ali.
Ahmad Ali menekankan bahwa struktur PSI di daerah harus difungsikan sebagai mesin pemenangan, bukan sekadar wadah organisasi. Artinya, pengurus di tingkat kota dan kabupaten perlu memastikan setiap kader bergerak aktif di wilayah masing-masing sejak dini.
PSI yang kini dipimpin Ketua Umum Kaesang Pangarep itu memilih Sulawesi Tengah sebagai salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam strategi konsolidasi menuju Pemilu 2029. Palu menjadi titik pertemuan pertama yang digarap secara serius di provinsi ini.
Dalam kerangka itu, perekrutan kader tidak lagi semata mengejar target jumlah. PSI lebih menekankan kualitas dan kemampuan organisasi untuk bekerja secara berkelanjutan di tingkat bawah.
Selain penguatan struktur, Ahmad Ali mengingatkan satu hal yang dinilainya sama pentingnya: kekuatan partai tidak boleh dibangun hanya berdasarkan ketokohan. Menurutnya, partai yang bergantung pada sosok tertentu rentan kehilangan arah ketika figur itu tidak lagi berada di depan.
Pesan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi PSI di Sulawesi Tengah. Ahmad Ali meminta kader di daerah membangun basis dukungan yang bertumpu pada kerja organisasi, bukan semata popularitas nama.
Rakorda DPD PSI Kota Palu menjadi forum pertama di Sulteng yang menerima arahan langsung dari pengurus harian DPP PSI. Hasil pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan bagi pengurus di kabupaten dan kota lain di provinsi tersebut untuk menyusun langkah serupa.
Dengan arahan tersebut, PSI Sulteng menghadapi tugas panjang: memastikan struktur di setiap daerah bekerja aktif, memperluas basis kader, dan menyiapkan strategi pemenangan jauh sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai. Partai menargetkan konsolidasi ini tidak berhenti di Kota Palu.
PSI menilai waktu menuju Pemilu 2029 masih panjang, tetapi persiapan yang terlambat akan sulit dikejar. Karena itu, penguatan organisasi di daerah menjadi pekerjaan yang harus dimulai sekarang, bukan saat tahapan resmi pemilu dibuka.