Pemprov Sulteng Sebut Asuransi Kunci Kelola Risiko, AAUI Palu Soroti Literasi Warga

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Selasa, 22 September 2026 | 10:05:02 WIB
Staf Ahli Gubernur Sulteng Rusmiadi menyampaikan pentingnya asuransi sebagai instrumen pengelolaan risiko dalam peringatan Hari Asuransi Nasional di Palu.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan asuransi berperan sebagai instrumen pengelolaan risiko dan perlindungan menghadapi kemungkinan buruk di masa depan. Penegasan itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah Rusmiadi dalam peringatan Hari Asuransi Nasional di Palu. AAUI Cabang Palu menilai perubahan pandangan masyarakat terhadap asuransi masih jadi pekerjaan rumah industri.

PALU — Rusmiadi menyebut asuransi bisa menjadi penghilang kekhawatiran terhadap risiko yang mungkin terjadi. Menurut dia, peribahasa "sedia payung sebelum hujan" menggambarkan pentingnya menyiapkan perlindungan sebelum risiko datang.

Peringatan Hari Asuransi Nasional dinilai menjadi momentum meningkatkan literasi sekaligus memperkuat kolaborasi membangun kesadaran masyarakat soal perlindungan dan pengelolaan risiko.

Perlindungan Dimulai Sebelum Risiko Terjadi

Rusmiadi menekankan perlindungan tidak semestinya baru dipikirkan ketika risiko sudah terjadi. Kesadaran mempersiapkan proteksi sejak dini disebut sebagai salah satu langkah menghadapi ketidakpastian di masa depan.

"Mari kita bangun kesadaran bahwa perlindungan bukan hanya untuk hari ini, tetapi merupakan investasi untuk menghadapi masa depan," ujarnya.

Melalui momentum Hari Asuransi Nasional, ia berharap industri asuransi terus berkembang menjadi sektor terpercaya dan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Industri itu juga diharapkan memberi kontribusi bagi pembangunan daerah.

"Semoga industri asuransi semakin terpercaya, inklusif, dan memberikan manfaat yang luas," katanya.

AAUI Palu: Pandangan Warga Masih Jadi PR

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Palu Ibnu Rama Hiddan All Edden menyebut perubahan pandangan masyarakat terhadap asuransi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dijawab industri. Edukasi dan peningkatan literasi disebut sebagai jalannya.

Menurut dia, asuransi semestinya tidak lagi dipandang sebagai produk sekunder apabila masyarakat memahami manfaatnya sebagai instrumen perlindungan terhadap risiko.

Ibnu berharap peringatan Hari Asuransi Nasional menjadi ruang kolaboratif bagi industri asuransi dan pemangku kepentingan. Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memberi kontribusi dalam pembangunan daerah.

"Semoga dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan engagement (keterlibatan) pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah," harapnya.

Santunan Klaim Kebakaran Diserahkan Simbolis

Pada kesempatan tersebut, diserahkan secara simbolis santunan klaim asuransi kebakaran dengan objek pertanggungan berupa bangunan rumah tinggal. Penyerahan itu menjadi penanda konkret manfaat perlindungan yang selama ini disosialisasikan ke warga.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top