SIGI — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan Magnitudo 2,3 mengguncang wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Episenter gempa berada di daratan, sekitar 33 kilometer timur laut Sigi, dengan kedalaman 4 kilometer.
Getaran gempa skala kecil itu tidak dirasakan manusia. BMKG menyebut gempa dengan kekuatan tersebut umumnya hanya terdeteksi melalui alat seismograf, kecuali oleh orang-orang tertentu yang berada sangat dekat dengan pusat gempa.
BMKG mencatat pusat gempa berada pada koordinat 1,17 Lintang Selatan dan 120,09 Bujur Timur. Lokasi itu berada di wilayah daratan Kabupaten Sigi, yang berbatasan langsung dengan Kota Palu.
Dari pusat pemerintahan Kabupaten Sigi di Bora menuju Kota Palu dapat ditempuh melalui jalur darat sejauh sekitar 15 kilometer, atau sekitar 30 menit perjalanan. Jarak itu membuat Sigi masuk dalam kawasan rawan gempa di Sulawesi Tengah.
Saat gempa terjadi, getarannya disebut tidak terasa di Manado. Kota Palu berjarak sekitar 780 kilometer dari Kota Manado, Sulawesi Utara, sehingga getaran skala kecil tidak menjangkau wilayah tersebut.
Perjalanan dari Manado menuju Palu umumnya ditempuh menggunakan penerbangan dengan waktu sekitar 1 hingga 2 jam, tergantung rute dan transit. Sementara perjalanan melalui jalur darat membutuhkan waktu lebih dari 20 jam melalui jalur Trans Sulawesi.
Gempa Magnitudo 2,3 tergolong gempa bumi skala kecil dengan kekuatan sangat lemah. BMKG tidak melaporkan adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Warga di sekitar Sigi dan Palu tetap diminta memantau informasi resmi BMKG. Wilayah Sulawesi Tengah memang berada di zona sesar aktif, sehingga gempa kecil kerap tercatat alat seismograf tanpa dirasakan penduduk.