SULAWESI TENGAH — Samsung Electronics dan SK Hynix memperluas program "departemen kontrak" di sejumlah universitas Korea Selatan, memberi mahasiswa jaminan kerja setelah lulus. Pendaftaran ke program mitra Samsung naik 6,5% pada tahun ajaran 2026, sementara program SK Hynix melonjak 12,7%. Skema ini menjadi jalur pasokan talenta AI dan semikonduktor yang makin diperebutkan.
Universitas Sogang membuka program sarjana empat tahun di Departemen Teknik Semikonduktor Sistem hasil kemitraan dengan SK Hynix. Mahasiswa yang diterima otomatis mendapat beasiswa dan berpeluang langsung bekerja di perusahaan chip memori tersebut setelah lulus.
Di Universitas Sungkyunkwan (SKKU), mahasiswa tahun ketiga Kim Tae-rin menempuh program terpadu sarjana-magister lima tahun di Departemen Software Cerdas, bidang software AI yang dirancang bersama Samsung Electronics. Jalur ini memperbesar peluang kerja, meski peserta tetap harus melewati proses rekrutmen terpisah.
Program ini masuk kategori yang di Korea Selatan dikenal sebagai "departemen kontrak". Perusahaan ikut menyusun kurikulum, menyuntik dana, dan membuka jalur rekrutmen bagi lulusannya.
SK Hynix menggandeng Korea University dan Hanyang University. Samsung Electronics bermitra dengan Yonsei University, KAIST, serta UNIST. Kim dan Jung Chae-rin, mahasiswa tahun kedua di Sogang, menyebut program ini memberi dukungan finansial sekaligus kepastian kerja yang lebih besar.
Data Jongro Academy mencatat pendaftaran ke departemen kontrak Samsung Electronics naik 6,5% pada tahun ajaran 2026. Departemen kontrak terkait SK Hynix tumbuh lebih tajam, 12,7%.
Rasio persaingannya pun tinggi. Setiap satu kursi program kontrak Samsung Electronics diperebutkan 13,44 pendaftar, sedangkan program SK Hynix 9,14 pendaftar per kursi.
"Saya benar-benar merasakannya ketika melihat nilai mahasiswa yang masuk cenderung makin lama makin tinggi," kata Kim Tae-rin.
Di program Universitas Sogang, setiap mahasiswa yang diterima otomatis mendapat beasiswa SK Hynix. Penerima beasiswa yang memenuhi syarat akademis dijamin mendapat pekerjaan.
Jung menerima tunjangan insentif belajar sekitar 300.000 won per bulan dengan biaya kuliah ditanggung penuh. Beasiswa tambahan tersedia berdasarkan nilai tinggi dan penghargaan proyek.
Kewajibannya tidak ringan. Mahasiswa harus menjaga IPK 2,3 untuk mempertahankan beasiswa dan IPK 2,7 untuk bisa bekerja di SK Hynix. Mahasiswa yang putus kuliah wajib mengembalikan dana yang sudah diterima.
Samsung menanggung biaya kuliah tiga tahun pertama dengan syarat nilai minimum tertentu. Memasuki paruh kedua tahun ketiga, mahasiswa dapat masuk ke proses rekrutmen Samsung yang terpisah.
Bagi perusahaan, program ini terbukti menciptakan jalur pasokan pekerja terampil di tengah ledakan AI. Samsung dan SK Hynix menawarkan paket gaji dan bonus besar untuk menarik lulusan terbaik.
Model kemitraan kampus-industri seperti ini menjadi cara perusahaan teknologi Korea mengunci talenta sejak dini, jauh sebelum mereka lulus dan masuk bursa kerja.