SULAWESI TENGAH — Bursa Asia bergerak menguat pada perdagangan Kamis (17/9/2026) meski pasar masih menimbang keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga. Indeks Nikkei 225 naik 0,18 persen, sementara Topix menguat 1 persen ke level 4.100. Penguatan yen yang melemah terhadap dolar AS dan penurunan harga minyak menjadi pendorong utama.
Pelemahan yen terhadap dolar AS setelah keputusan The Fed menjadi katalis positif bagi perusahaan Jepang yang berorientasi ekspor. Nilai pendapatan luar negeri yang dikonversi ke yen meningkat, sehingga memperbaiki prospek pendapatan emiten-emiten tersebut.
Saham-saham Jepang juga mendapat dorongan dari penurunan harga minyak. Mengutip Trading Economics, pasar berharap aliran minyak mentah melalui pipa East-West Arab Saudi dapat segera kembali normal. Harapan ini meredakan tekanan terhadap ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada impor energi.
Penguatan tidak hanya terjadi di Jepang. Indeks KOSPI Korea Selatan naik 0,14 persen, ASX 200 Australia menguat 0,16 persen, dan STI Singapura naik 0,29 persen.
Meski bursa Asia menguat, sentimen pasar masih dibayangi keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga. Sinyal pengetatan lanjutan untuk meredam inflasi menjadi faktor yang terus dicermati investor di kawasan.