SIGI — Progres pemulihan pascagempa di dua kecamatan terdampak, Palolo dan Nokilalaki, terus berjalan. Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengungkapkan bahwa dari target pengerjaan awal sebanyak 50 unit hunian sementara, saat ini 39 unit telah berdiri.
"Jadi saat ini jumlah huntara yang sudah terealisasi sebanyak 39 unit dari total target pengerjaan awal sebanyak 50 unit," kata Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae di Bora, Jumat.
Pemerintah daerah sebelumnya mengusulkan kebutuhan huntara yang jauh lebih besar ke pemerintah pusat. Total usulan mencapai 266 unit untuk seluruh wilayah Kabupaten Sigi.
Dari jumlah tersebut, proses administrasi dan pendanaan telah mencapai tahap lanjut. "Sudah ada 100 unit telah selesai melalui proses kontrak kerja dan siap untuk pelaksanaan pengerjaannya," ucapnya.
Di luar pembangunan tempat tinggal sementara, pemulihan infrastruktur dasar juga menunjukkan tanda positif. Bupati menuturkan bahwa jaringan air bersih untuk warga di Nokilalaki dan Palolo telah berfungsi normal kembali.
"Untuk aliran air bersih sudah kembali normal di seluruh wilayah terdampak bencana gempa bumi," sebutnya. Kondisi ini menjadi fondasi penting sebelum warga menempati huntara secara penuh.
Agar warga bisa bertahan selama masa transisi, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial memberikan bantuan stimulan. Bantuan berupa biaya hidup senilai Rp18 ribu per hari selama tiga bulan bagi warga yang menempati huntara.
Setelah huntara selesai, warga tidak berhenti mendapat perhatian. Mereka yang nantinya pindah ke hunian tetap (huntap) akan menerima bantuan perabot rumah tangga senilai Rp3 juta.
"Selanjutnya untuk warga terdampak yang nantinya menempati hunian tetap (Huntap) akan diberikan bantuan perabot rumah tangga sebanyak Rp3 juta," kata dia.