SULAWESI TENGAH — Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WITA di sebuah persimpangan jalan. Korban yang merupakan adik dari pengendara motor, MS (19), sempat dilarikan ke RSUD Tenriawaru Watampone dengan luka parah, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara MS dan ibunya yang turut berboncengan selamat tanpa luka berarti.
Kasat Lantas Polres Bone, AKP Riyanda Putra Utama, membenarkan kejadian tersebut. "Iya benar, mobil yang dikemudikan anggota Polres Bone, Ipda MA (49) dengan pengendara motor MS (19) yang berboncengan bersama ibunya dan adiknya berusia 4 tahun," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/8).
Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan berawal saat pengendara sepeda motor berhenti di persimpangan karena hendak memasuki jalan perempatan. Pada momen yang bersamaan, mobil dinas polisi yang melaju dari arah yang sama gagal memperlambat laju kendaraannya.
"Pada saat bersamaan, mobil yang melaju dari arah yang sama diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman hingga menabrak bagian belakang sepeda motor," ungkap Riyanda.
Dugaan gangguan teknis pada sistem rem ini menjadi fokus utama penyelidikan awal. "Kasus ini masih dalam penyelidikan. Dugaan awal terkait adanya gangguan pada sistem pengereman masih didalami untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan," kata Riyanda.
Usai kejadian, Ipda MA langsung diamankan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Bone. Langkah ini diambil sebagai bagian dari prosedur internal kepolisian untuk memeriksa lebih lanjut dugaan kelalaian atau pelanggaran dalam peristiwa tersebut.
Sementara ini, kata Riyanda, oknum anggota polisi tersebut telah diamankan di Propam Polres Bone untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Proses hukum terhadap Ipda MA masih berjalan, dan kepolisian belum menetapkan status hukumnya hingga penyelidikan tuntas.
Kecelakaan ini menyoroti kembali persoalan keselamatan berkendara dan potensi bahaya kendaraan dinas di jalan raya. Keluarga korban kini menanti kejelasan proses hukum serta langkah kepolisian dalam memberikan pendampingan atas musibah yang menimpa balita tersebut.