PALU — Proses evakuasi 17 tiang listrik roboh di Kasimbar, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berlangsung cepat berkat sinergi lintas instansi. PLN mengerahkan personel dan mobil crane untuk membersihkan material jaringan yang sempat menghambat arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi pada Minggu (2/8).
Asisten Manager Keuangan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu Natallia mengungkapkan, jumlah infrastruktur yang terdampak ternyata lebih banyak dari laporan awal. "Laporan yang kami terima semula menyebutkan 11 tiang roboh, namun setelah dilakukan asesmen ditemukan sebanyak 17 tiang listrik tumbang di wilayah Kasimbar," katanya di Palu, Selasa.
Percepatan pemulihan dimulai Senin (3/8) dengan mengerahkan peralatan khusus. Seluruh kabel dan material jaringan yang terdampak telah diamankan sehingga tidak lagi membahayakan pengguna jalan di ruas penghubung utama tersebut.
Proses pemulihan berjalan lebih cepat berkat kolaborasi antara PLN dengan Polri yang melakukan pengaturan lalu lintas, TNI, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, serta aparat desa setempat. Setiap pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan standar operasional prosedur keselamatan kerja mengingat risiko tinggi dalam penanganan infrastruktur kelistrikan.
Natallia menegaskan kejadian ini tidak memengaruhi keandalan sistem kelistrikan. Seluruh tiang yang roboh merupakan jaringan baru yang belum beroperasi atau belum dialiri tegangan listrik.
"Layanan kelistrikan kepada pelanggan di wilayah Kasimbar maupun sistem yang terhubung tetap berjalan normal," ujarnya.
Kepastian pasokan listrik menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas rumah tangga, layanan publik, serta kegiatan ekonomi di Parigi Moutong meski terjadi gangguan infrastruktur akibat bencana. PLN juga mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara bijak agar pemanfaatan energi tetap efisien dan mendukung keandalan sistem kelistrikan.