PALU — Penyaluran MBG di Sulawesi Tengah kini menyasar kelompok rentan secara spesifik. Kepala Subbagian Tata Usaha KPPG Palu Muhammad Aril Putra mengungkapkan, dari total 81.398 penerima, rinciannya adalah 8.947 ibu hamil, 19.678 ibu menyusui, dan mayoritas merupakan balita non-PAUD yang mencapai 52.773 orang.
“Penerima manfaat kelompok 3B tersebut tersebar di 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah,” kata Aril di Palu, Rabu.
Data KPPG Palu per 29 Juli 2026 menunjukkan disparitas penerima antar daerah cukup tajam. Kabupaten Banggai menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 11.930 orang, disusul Kota Palu dengan 11.719 penerima.
Di sisi lain, Kabupaten Morowali Utara hanya mencatat 726 penerima, paling rendah dibanding daerah lain. Kabupaten Buol juga relatif kecil dengan 2.145 penerima. Distribusi ini menunjukkan konsentrasi program masih terpusat di wilayah perkotaan dan pesisir timur Sulawesi Tengah.
Pelaksanaan MBG di Sulawesi Tengah ditopang oleh 238 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aglomerasi. Namun, baru 224 SPPG yang aktif mendistribusikan makanan bergizi. Aril menjelaskan, 14 SPPG lainnya belum beroperasi karena dana operasional belum cair.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan gizi kelompok 3B secara merata. Dengan cakupan yang terus diperluas, KPPG Palu menargetkan seluruh SPPG bisa berjalan agar tidak ada lagi ibu hamil atau balita yang terlewat dari layanan.