SULAWESI TENGAH — Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tinggal menghitung bulan. Berbagai ATPM dipastikan akan membawa jajaran kendaraan listrik andalan mereka. Minat konsumen terus naik didorong insentif pajak, infrastruktur pengisian daya yang meluas, serta teknologi baterai yang semakin matang. Namun, soal membeli EV tidak bisa dilakukan secara impulsif.
Suhandi Sumantri, Country Head of Motor & Auto Extended Warranty PT Sompo Insurance Indonesia, mengingatkan bahwa proteksi kendaraan listrik berbeda dengan mobil konvensional. “Jangan hanya terpaku pada harga kompetitif dan fitur canggih. Pastikan perlindungan dari risiko teknis hingga bencana seperti banjir sudah tercakup,” ujarnya dalam keterangan yang diterima pekan lalu.
Baterai merupakan komponen termahal dalam mobil listrik. Sebagian besar pabrikan menawarkan garansi 8 tahun atau 160.000 km, tapi detail cakupan perlu dicermati. Apakah garansi mencakup penurunan kapasitas drastis? Mitsubishi, Hyundai, dan Wuling misalnya, memiliki kebijakan berbeda soal threshold degradasi. Konsumen wajib menanyakan langsung ke dealer resmi sebelum tanda tangan kontrak.
Selain itu, perhatikan klausul perawatan. Beberapa merek mewajibkan servis rutin di bengkel resmi untuk menjaga garansi tetap berlaku. Jika tidak dipenuhi, risiko biaya penggantian baterai bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Polis asuransi standar belum tentu menjangkau risiko spesifik mobil listrik. Beberapa perusahaan asuransi di Indonesia, termasuk Sompo, kini menyediakan produk khusus EV. Cakupannya meliputi kerusakan akibat kebakaran baterai, sengatan listrik saat pengisian, hingga banjir. “Di musim hujan, klaim mobil listrik karena banjir meningkat. Pastikan polis Anda mencakup perluasan risiko ini,” tambah Suhandi.
Premi asuransi EV biasanya lebih tinggi 15-25% dibanding mobil bensin setara. Tapi dengan nilai investasi yang lebih besar, perlindungan ekstra itu justru menghemat biaya jangka panjang. Bandingkan penawaran dari minimal tiga perusahaan asuransi sebelum memutuskan.
Tidak semua bengkel umum mampu menangani perbaikan sistem kelistrikan EV. Oleh karena itu, pilih merek yang memiliki jaringan bengkel resmi tersebar luas, khususnya di kota tempat tinggal Anda. Cari tahu juga ketersediaan suku cadang seperti inverter, motor listrik, dan modul baterai. “Beberapa merek masih mengimpor spare part, waktu tunggu bisa 2-4 minggu. Ini penting untuk aktivitas sehari-hari,” kata Suhandi.
Biro jasa seperti Sompo juga menawarkan perpanjangan garansi (extended warranty) yang mencakup komponen di luar garansi pabrik. Biayanya relatif terjangkau dan memberikan ketenangan setelah masa garansi asli habis.
GIIAS 2026 akan menjadi ajang tepat untuk melihat langsung berbagai pilihan EV. Namun, keputusan pembelian tidak berhenti di test drive. Pastikan Anda memahami masa garansi baterai, memilih asuransi dengan cakupan banjir dan kebakaran, serta memastikan layanan purna jual yang memadai. Dengan begitu, mobil listrik bukan hanya kendaraan ramah lingkungan, melainkan juga aset yang aman dalam jangka panjang.