Microsoft Akui Keinginan Publik akan Monitor Surface Studio dan Surface Mini, Janjikan Kejutan Sebelum Akhir Tahun

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:26:31 WIB

SULAWESI TENGAH — Video Inside Windows Q&A edisi terbaru langsung memicu diskusi di kalangan penggemar Surface. Dalam episode berdurasi 20 menit tersebut, Executive Vice President Windows+Devices Pavan Davuluri dan Corporate Vice President Surface Brett Ostrum duduk bersama menjawab pertanyaan komunitas. Dua topik paling hangat: keinginan publik akan monitor Surface Studio yang dijual terpisah, dan nasib Surface Mini yang sempat batal rilis pada 2014.

Monitor Surface Studio: Pengakuan Terbuka, Tapi Tanpa Janji

Sejak pertama dirilis, layar all-in-one Surface Studio dikenal punya akurasi warna dan ketipisan luar biasa. Tak heran banyak pengguna berharap Microsoft menjual layar tersebut secara terpisah sebagai monitor eksternal.

Ostrum mengakui, "The Surface Studio screen is the most beautiful screen we have ever shipped." Namun ia tidak memberi konfirmasi apakah monitor standalone bakal dirilis. Video pun langsung terpotong ke pertanyaan berikutnya—meninggalkan tanda tanya besar.

"My history is in mouse and keyboards, and I do believe that the Surface Studio screen is the most beautiful screen we have ever shipped," ujar Ostrum dalam segmen tersebut. Pengakuan ini cukup signifikan, meski belum ada rencana konkret.

Surface Mini: Protoype Masih Ada, Tapi Jangan Berharap Dulu

Topik kedua yang tak kalah menarik adalah tablet kecil Surface Mini—perangkat yang nyaris dirilis pada 2014 namun dibatalkan di menit akhir. Seorang pengguna bertanya apakah Microsoft bisa menghidupkan kembali perangkat tersebut.

Davuluri menjawab setengah bercanda, "We've got a few laying around somewhere, I think." Namun Ostrum cepat mengingatkan, "We typically don't comment on future looking Surface roadmaps, Pavan." Artinya, prototipe Surface Mini memang masih ada, tapi Microsoft belum siap membahas rencana komersialnya.

Bagi kolektor dan penggemar hardware unik, candaan Davuluri ini setidaknya menegaskan bahwa proyek mini-tablet belum sepenuhnya dilupakan.

Kejutan Akhir Tahun: Surface Laptop Ultra dan RTX Spark

Ostrum juga mengonfirmasi bahwa Surface belum selesai tahun ini. "We have a few more surprises coming before the end of the year, so I'm looking forward to that," katanya. Dua perangkat yang sudah diumumkan sebelumnya namun belum dirilis adalah Surface Laptop Ultra dan akselerator grafis RTX Spark dari NVIDIA.

Surface Laptop Ultra disebut sebagai laptop bertenaga dengan prosesor berbasis Arm, sementara RTX Spark menjadi GPU eksternal yang memperkuat ekosistem Windows on Arm. Kedua produk ini menjadi tulang punggung strategi Microsoft dalam memvalidasi platform baru di segmen performa tinggi.

Peran Surface: Validator, Bukan Sekadar Pembuat Hardware

Dalam video tersebut, Ostrum menjelaskan misi utama Surface. "We are there to help show what is possible from an experience perspective in terms of technology and experiences and help to lead the way for the ecosystem," ungkapnya. Menurutnya, Surface berfungsi sebagai validator—seperti dulu dengan touch, pen, dan Windows Hello. Kini fokusnya adalah Windows on Arm, dan RTX Spark adalah contoh nyata bagaimana Surface memimpin ekosistem.

Davuluri menambahkan bahwa pekerjaan validasi ini akan terus berlanjut. Bagi pengguna yang penasaran dengan masa depan Surface dan Windows on Arm, episode Inside Windows ini layak ditonton langsung di kanal YouTube resmi Microsoft.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: windowscentral.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top